Google Hadirkan Lyria 3.5 di Gemini, Pengguna dapat Membuat Musik Berbasis AI
- 07 Sep 2026 14:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Google menghadirkan model pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan, Lyria 3.5, ke dalam aplikasi Gemini. Model tersebut sebelumnya tersedia melalui perangkat pembuatan film berbasis AI milik Google, Flow.
Kehadiran Lyria 3.5 di Gemini memungkinkan pengguna membuat lagu, musik instrumental, dan soundtrack hanya melalui perintah teks. Menurut digitaltrends, pengguna juga dapat menggunakan foto sebagai masukan untuk menghasilkan musik.
Google menyebut Lyria 3.5 memiliki kemampuan aransemen yang lebih kaya, vokal yang lebih ekspresif, serta pemahaman terhadap perintah pengguna yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya. Model tersebut dapat menghasilkan lagu dengan struktur yang lebih lengkap, seperti bait, chorus, dan bridge dengan kemampuan yang berbeda dari sistem yang hanya menghasilkan potongan melodi pendek secara berulang.
Melalui Gemini, pengguna dapat menentukan genre musik serta memilih format vokal atau instrumental. Pengguna juga dapat menentukan apakah musik yang dihasilkan berupa klip pendek atau lagu dengan durasi lebih panjang.
Bagi pengguna yang belum terbiasa membuat musik, Google menyediakan sejumlah templat. Fitur tersebut dapat digunakan untuk membuat musik latar video, jingle, maupun nada dering yang dipersonalisasi.
Namun, musik yang telah dihasilkan tidak dapat diedit di tengah proses pembuatan. Pengguna perlu memberikan perintah kembali apabila ingin menghasilkan versi lain.
Selain melalui aplikasi Gemini, Google menyediakan Lyria 3.5 melalui Gemini API. Fitur tersebut memungkinkan pengembang mengintegrasikan kemampuan pembuatan musik berbasis AI ke dalam aplikasi dan layanan mereka.
Perkembangan musik berbasis AI juga menimbulkan perhatian terkait keaslian dan penyalahgunaan konten. Platform musik seperti Deezer melaporkan peningkatan jumlah lagu yang dibuat menggunakan AI.
Sebagian konten tersebut juga ditemukan berkaitan dengan aktivitas penipuan dalam sistem streaming. Untuk membantu mengidentifikasi konten yang dibuat menggunakan AI, setiap musik yang dihasilkan Lyria dilengkapi tanda air digital SynthID.
Penanda tersebut tidak terlihat secara langsung dan dirancang untuk menunjukkan bahwa konten dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Google juga menerapkan pembatasan pada Lyria 3.5.
Model tersebut tidak dapat digunakan untuk mengkloning suara artis atau menghasilkan kembali lirik yang dilindungi hak cipta. Kebijakan tersebut diterapkan di tengah meningkatnya persoalan hukum terkait penggunaan AI dalam industri musik, salah satunya berkaitan dengan perkara yang melibatkan Suno, perusahaan musik berbasis AI.
Putusan pengadilan Eropa terkait perkara tersebut belum menjadi keputusan akhir dan masih dapat diajukan banding. Kondisi itu membuat aturan hukum mengenai penggunaan kecerdasan buatan untuk menghasilkan musik masih terus berkembang.
Dengan hadirnya Lyria 3.5 di Gemini, Google memperluas akses terhadap teknologi pembuatan musik berbasis AI. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga membawa tantangan terkait hak cipta, identitas artis, dan keaslian karya digital. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....