Filosi Bekali 1.200 Mahasiswa UCB Jadi Smart Student di Era AI

  • 04 Sep 2026 17:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Memasuki era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berkembang begitu cepat, mahasiswa dituntut bukan hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus utama kegiatan Filosi Goes to UCB yang hadir dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Senin, 31 Agustus 2026.

Bertempat di Aula Lantai 5 UCB, kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 15.30 WITA itu diikuti sekitar 1.200 mahasiswa baru. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan interaktif.

Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai sesi yang disiapkan. Direktur PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander, hadir membawakan materi bertajuk “Smart Student in AI Era”.

Erwin Alexander

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Erwin mengajak generasi muda untuk melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses belajar, mengembangkan kreativitas, hingga menghasilkan berbagai karya. Menurut Erwin, mahasiswa yang hidup di tengah perkembangan AI harus mampu beradaptasi dengan perubahan.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi harus tetap diimbangi dengan kemampuan manusia untuk berpikir dan mengambil keputusan. “Di era AI, mahasiswa harus menjadi smart student. Teknologi bukan untuk menggantikan kemampuan kita untuk berpikir, tetapi menjadi alat untuk membantu kita belajar, menciptakan sesuatu, dan menyelesaikan masalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakan AI secara bijak dan tetap mengembangkan kemampuan diri,” ujar Erwin.

Ia juga mendorong mahasiswa baru UCB agar tidak takut mencoba teknologi baru. Menurutnya, dunia kerja ke depan akan terus berubah seiring perkembangan teknologi sehingga mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan yang relevan.

AI sebagai alat, bukan pengganti kemampuan manusia, menjadi pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Tak hanya serius membahas perkembangan teknologi, suasana kegiatan juga semakin hidup saat mahasiswa diajak mengikuti permainan online.

Antusiasme terlihat ketika para peserta berlomba mengikuti permainan secara langsung untuk memperebutkan berbagai hadiah, mulai dari uang tunai, merchandise, hingga voucher. Kemeriahan juga bertambah dengan pemberian apresiasi kepada 10 mahasiswa terbaik dalam lomba video kreatif hasil kolaborasi UCB dan Filosi.

Apresiasi tertinggi diberikan kepada Cristiani Sanda, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris yang berhasil meraih juara pertama. Atas kreativitasnya, Cristiani mendapatkan hadiah berupa satu unit laptop baru.

Cristiani mengaku senang sekaligus gugup ketika menerima penghargaan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh staf Filosi yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas.

“Terima kasih kepada Direktur dan seluruh staf Filosi yang sudah memberikan hadiah dan mengapresiasi kreativitas saya. Saya sangat senang sekaligus gugup. Semoga Filosi semakin berkembang dan terus hadir untuk NTT,” ungkap Cristiani.

Ia pun mengajak mahasiswa lainnya agar tidak ragu mencoba berbagai pengalaman baru selama menjalani kehidupan perkuliahan. “Don’t worry to try everything. What you do is always the best,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB UCB, Vinsensius B. Lemaking, S.KM., M.Kes., memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terjalin antara UCB dan Filosi. Menurutnya, perkembangan pendidikan dan teknologi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan dunia usaha.

Kolaborasi menjadi salah satu cara untuk memastikan mahasiswa mendapatkan bekal yang sesuai dengan tantangan zaman. “Terima kasih kepada Filosi atas kerja sama yang sudah berjalan dengan baik. Kami sadar bahwa kemajuan ilmu pendidikan dan teknologi harus terus kita majukan bersama. Karena itu, kolaborasi seperti ini penting untuk bersama-sama memajukan kampus dan mahasiswa,” ungkap Vinsensius.

Melalui kegiatan Filosi Goes to UCB, PT Filosi Exider Inovasi tidak hanya hadir memberikan hiburan dan hadiah kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus memahami bagaimana teknologi AI dapat digunakan secara positif.

Dengan bekal tersebut, sekitar 1.200 mahasiswa baru UCB diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang kritis, kreatif, adaptif, dan produktif, sekaligus mampu menempatkan teknologi sebagai mitra dalam belajar dan berkarya. Kolaborasi Filosi dan UCB ini pun menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia pendidikan, teknologi, dan dunia kerja yang semakin dinamis di era digital. (rls/DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....