Google Perkuat Fitur Belajar AI, Hadirkan Simulasi 3D hingga Kuis Interaktif

  • 20 Agt 2026 10:44 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Google memperluas kemampuan kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan pendidikan dengan meluncurkan sejumlah fitur belajar baru di Google Search dan Gemini. Menurut techcrunch, fitur yang dirilis pada Rabu, 19 Agustus 2026 tersebut mencakup visual interaktif berbasis AI, simulasi 3D, kuis latihan yang dipersonalisasi, hingga pusat belajar khusus bagi pelajar.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Google menjadikan Gemini sebagai asisten AI yang dapat diandalkan siswa untuk memahami materi pelajaran, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan ujian. Google menghadapi persaingan dari perusahaan AI seperti OpenAI serta berbagai platform pendidikan berbasis AI, termasuk Knowt dan Gauth.

Melalui Google Search, siswa kini dapat membuat alat bantu dan simulasi yang disesuaikan dengan topik yang sedang dipelajari. Sebagai contoh, ketika mencari informasi mengenai "skala pH", pengguna dapat memperoleh visual interaktif melalui fitur AI Overviews.

Visual tersebut membantu menjelaskan konsep dasar mengenai tingkat keasaman dan kebasaan. Pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan yang lebih spesifik, misalnya siswa dapat meminta Google memetakan berbagai jenis buah jeruk pada skala pH dan melalui AI Mode di Search, sistem kemudian dapat menghasilkan pengalaman interaktif yang disesuaikan dengan pertanyaan tersebut.

Google juga menghadirkan kemampuan untuk membuat kuis latihan secara langsung di Search. Fitur ini dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran, mulai dari sains, matematika, humaniora, hingga bahasa asing.

Pengguna dapat memberikan instruksi tertentu, seperti meminta dibuatkan kuis berdasarkan kosakata yang paling sering muncul dalam ujian SAT. Search kemudian menghasilkan kuis interaktif yang dapat digunakan untuk berlatih.

Dalam beberapa minggu mendatang, Google juga berencana memperluas kemampuan Lens di Search dengan pengalaman belajar interaktif untuk membantu siswa menyelesaikan soal. Melalui ikon kamera Lens di aplikasi Google, siswa dapat memotret atau mengunggah gambar materi yang sedang dikerjakan.

AI kemudian dapat membantu menjelaskan konsep, mengidentifikasi kemungkinan kesalahan, serta memberikan panduan ketika siswa mengalami kesulitan. Fitur baru lainnya memungkinkan siswa meminta Search membuat materi belajar berdasarkan file yang mereka unggah, dimana file tersebut dapat berupa PDF, dokumen, presentasi, maupun materi lainnya.

Misalnya, siswa dapat mengunggah foto catatan tulisan tangan sekaligus slide kuliah. AI kemudian dapat menyusunnya menjadi ringkasan satu halaman yang berisi konsep-konsep utama dari materi tersebut.

Di Gemini, Google memperkenalkan kemampuan untuk memulai laporan penelitian multi-langkah melalui Gemini Live. Pengguna dapat meminta Gemini melakukan riset mengenai suatu topik dan kemudian meninggalkan percakapan untuk melakukan aktivitas lain.

Gemini akan terus bekerja di latar belakang dan memberikan notifikasi setelah laporan penelitian selesai. Setelah laporan tersedia, pengguna dapat kembali berdiskusi dengan Gemini mengenai hasil penelitian tersebut, termasuk mengajukan pertanyaan lanjutan menggunakan suara.

Selain itu, Google juga memperkenalkan kemampuan Gemini untuk menghasilkan simulasi 3D fungsional sebagai cara baru memahami materi yang kompleks. Respons Gemini kini dapat mencakup tabel, kisi, maupun simulasi yang dibuat berdasarkan pertanyaan pengguna.

Salah satu contohnya adalah ketika pengguna meminta Gemini menunjukkan cara kerja DNA dalam format 3D. Dalam pengalaman tersebut, pengguna dapat memutar dan memperbesar struktur DNA secara interaktif sehingga konsep yang sebelumnya sulit divisualisasikan dapat dipelajari dengan cara yang lebih konkret.

Untuk menyatukan berbagai fitur tersebut, Google turut meluncurkan pusat khusus pembelajaran di aplikasi Gemini. Melalui pusat ini, siswa dapat memulai buku catatan belajar, membuat kartu flash, mengerjakan kuis latihan, dan menggunakan berbagai alat pembelajaran lainnya dari satu tempat.

Dengan semakin banyaknya fitur pendidikan yang terintegrasi ke Search dan Gemini, Google tampaknya ingin memperluas peran AI dari sekadar alat pencarian dan chatbot menjadi pendamping belajar digital bagi siswa. Perkembangan ini juga menunjukkan semakin ketatnya persaingan di sektor teknologi pendidikan berbasis AI, di mana perusahaan teknologi berlomba menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, personal, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masing-masing pengguna. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....