Microsoft Hadirkan PC Copilot+, Standar Baru Komputer Berbasis AI

  • 13 Jul 2026 08:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Laptop berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menjadi tren di tahun 2026. Salah satu yang paling banyak menarik perhatian adalah PC Copilot+, sertifikasi terbaru dari Microsoft untuk perangkat Windows 11 yang dirancang menghadirkan pengalaman AI secara langsung di perangkat (on-device AI).

Menurut digitaltrends, berbeda dengan komputer Windows biasa yang mengandalkan koneksi internet untuk mengakses Microsoft Copilot, PC Copilot+ memiliki standar perangkat keras khusus sehingga mampu menjalankan berbagai fitur AI secara lokal. Teknologi ini memungkinkan proses AI berlangsung lebih cepat, hemat daya, serta mengurangi ketergantungan pada layanan cloud.

Untuk memperoleh sertifikasi Copilot+, sebuah laptop harus dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan minimal 40 TOPS (triliun operasi per detik), kapasitas RAM dan penyimpanan sesuai standar Microsoft, serta menggunakan prosesor yang telah memenuhi persyaratan, seperti Qualcomm Snapdragon X, AMD Ryzen AI seri 300 dan 400, atau Intel Core Ultra seri 200 dan 300.

Microsoft memperkenalkan kategori Copilot+ pertama kali pada pertengahan 2024 dengan prosesor Snapdragon X. Kini, dukungan telah diperluas ke prosesor AMD dan Intel sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna yang menginginkan sistem berbasis Arm maupun x86.

Sejumlah fitur berbasis AI menjadi nilai tambah utama PC Copilot+. Salah satunya adalah Recall, fitur yang memungkinkan pengguna mencari kembali dokumen, gambar, halaman web, atau aplikasi yang pernah dibuka melalui pencarian berbasis aktivitas, selain itu, terdapat Click to Do, yang dapat mengenali teks maupun gambar di layar untuk melakukan berbagai tindakan seperti merangkum teks, mencari informasi di internet, hingga menghapus latar belakang gambar.

PC Copilot+ juga menghadirkan peningkatan pada pencarian Windows melalui teknologi pencarian semantik, sehingga pengguna dapat menemukan file hanya dengan mendeskripsikan isi dokumen tanpa harus mengingat nama filenya. Di sektor produktivitas, Microsoft turut menghadirkan fitur AI lain seperti Live Translation yang mampu menerjemahkan lebih dari 40 bahasa secara langsung, agen pintar di menu Settings, serta berbagai alat kreatif pada aplikasi Paint, Photos, Snipping Tool, hingga Windows Studio Effects.

Meski demikian, Microsoft menegaskan bahwa membeli PC Copilot+ tidak otomatis memberikan langganan premium Microsoft Copilot maupun Microsoft 365. Sebagian besar fitur AI merupakan bagian dari Windows 11, sementara beberapa layanan tetap memerlukan akun Microsoft atau langganan tambahan.

Sementara itu, fitur Recall sempat menuai perhatian terkait isu privasi. Microsoft kemudian memperbarui sistem keamanannya dengan menjadikan Recall sebagai fitur opsional.

Seluruh data aktivitas pengguna disimpan secara lokal dalam bentuk terenkripsi dan hanya dapat diakses melalui autentikasi Windows Hello. Dari sisi performa, Microsoft mengklaim PC Copilot+ mampu menghadirkan efisiensi daya yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya, namun perusahaan mengingatkan bahwa label Copilot+ bukanlah penentu utama kecepatan sebuah laptop karena performa tetap dipengaruhi oleh prosesor, kapasitas RAM, grafis, serta konfigurasi perangkat lainnya.

Bagi konsumen yang berencana membeli laptop baru, kehadiran PC Copilot+ menjadi pilihan menarik, terutama bagi pengguna yang membutuhkan fitur AI untuk mendukung produktivitas. Namun bagi pengguna umum, laptop Windows 11 standar masih dinilai mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan komputasi sehari-hari tanpa harus beralih ke perangkat Copilot+ saat ini. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....