Maria Divya: Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Ekonomi Daerah
- 13 Mei 2026 14:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata di lingkungan sekitar. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh Maria Divya Naru Wara, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nusa Nipa yang berhasil meraih peringkat kedua Mahasiswa Berprestasi LLDIKTI Wilayah XV tahun 2026.
Dalam wawancara bersama RRI pada Rabu, 13 Mei 2026, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), ia tidak hanya unggul dalam nilai akademik, tetapi tetapi juga visioner dalam melihat keterkaitan antara keterampilan bahasa dengan peningkatan taraf hidup masyarakat lokal, yaitu membawa gagasan kreatif untuk memajukan potensi daerah di tingkat nasional.
Divya mengungkapkan esensi prestasi adalah kebermanfaatan bagi orang banyak. "Mahasiswa berprestasi bagi saya adalah seseorang yang tahu siapa dirinya dan berani menggunakan potensinya untuk memberikan dampak nyata, terutama dalam menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya," ungkapnya.
Gagasan kreatif yang membawanya ke posisi puncak sebagai mahasiswa berprestasi bertajuk “Enhancing English Language Competence and Bilingual Tourism Signage” yang berbasis community-based tourism (pengembangan pariwisata berbasis masyarakat). Melalui inovasi ini, ia ingin memberdayakan warga lokal di Kabupaten Sikka agar tidak hanya menjadi objek pariwisata.
Melainkan subjek yang mampu berkomunikasi secara aktif dengan wisatawan mancanegara. Divya menawarkan inovasi papan informasi bilingual di destinasi wisata Kabupaten Sikka, Maumere untuk membantu wisatawan asing sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor pariwisata.
Dengan kata lain, inovasi ini bertujuan menghapus hambatan komunikasi antara warga lokal dan turis asing, sehingga peluang transaksi ekonomi di tingkat akar rumput dapat terbuka lebih lebar. “NTT punya potensi pariwisata yang luar biasa, tetapi masih ada kendala komunikasi dan informasi bagi wisatawan asing,” jelasnya.
Menurut Maria, akses komunikasi yang lebih baik akan berdampak langsung pada pendapatan masyarakat, mulai dari pengrajin tenun hingga pemilik warung kecil. "Jika wisatawan merasa nyaman berkomunikasi, mereka akan tinggal lebih lama dan lebih berani berbelanja produk lokal seperti kain tenun dan aksesori, yang pada akhirnya meningkatkan income masyarakat secara signifikan," jelas mahasiswi yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata ini.
Pengalamannya di lapangan sebagai tour guide memberikan perspektif tajam bahwa pariwisata bukan sekadar tentang keindahan alam, melainkan tentang kesiapan sumber daya manusia. Ia melihat bahwa keterlibatan aktif warga lokal sebagai subjek penggerak ekonomi adalah kunci utama agar kekayaan daerah tidak hanya dinikmati oleh pemodal besar, tetapi mengalir langsung ke kantong masyarakat.
Disamping itu, sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unipa, Divya aktif menjalankan berbagai kegiatan pengembangan mahasiswa. Salah satu program yang dijalankan adalah volunteer guide bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris langsung bersama wisatawan asing di Maumere.
Kini, Divya tengah mematangkan persiapannya menuju seleksi tingkat nasional pada bulan Juni 2026 mendatang dengan fokus menyempurnakan strategi implementasi gagasan tersebut. Ia berharap model pengembangan pariwisata yang ia tawarkan dapat menjadi pemantik bagi pertumbuhan UMKM di wilayah Nusa Tenggara Timur yang kini tengah dilirik dunia.
Sebagai penutup, Divya mengajak anak muda di NTT untuk berani mengambil peran dalam memajukan daerah melalui bidang ilmu masing-masing. "Prestasi sejati adalah saat kita bisa membantu orang lain mandiri secara ekonomi melalui karya kita; jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, tapi pastikan hari ini kamu lebih berdampak dari kemarin," tutupnya. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....