WMO Prediksi El Nino Kembali Terjadi Mulai Mei

  • 27 Apr 2026 06:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Organisasi Meteorologi Dunia memperkirakan fenomena El Nino akan kembali terjadi mulai Mei tahun ini dan berpotensi memengaruhi suhu global serta pola curah hujan di berbagai wilayah. Dalam pernyataannya, WMO menjelaskan El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut secara periodik di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, yang biasanya berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan.

Lembaga tersebut mencatat adanya pergeseran signifikan di kawasan Pasifik Khatulistiwa, ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut yang cukup cepat. Kondisi ini mengindikasikan kemungkinan besar El Nino akan berkembang antara Mei hingga Juli.

Kepala Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, menyatakan bahwa model iklim saat ini menunjukkan keselarasan yang kuat terkait kemunculan fenomena tersebut. "Setelah periode kondisi netral di awal tahun, model iklim kini sangat konsisten dan terdapat keyakinan tinggi akan dimulainya El Nino, yang diperkirakan akan semakin menguat dalam beberapa bulan berikutnya," ujarnya, seperti yang dikutip dari reuters.

Meski demikian, WMO mengingatkan bahwa prakiraan yang dilakukan pada periode musim semi umumnya memiliki tingkat ketidakpastian lebih tinggi. Tingkat kepercayaan terhadap prediksi diperkirakan akan meningkat setelah bulan April.

Fenomena El Nino diketahui berdampak luas terhadap iklim regional. WMO menyebutkan kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Amerika Selatan bagian selatan, Amerika Serikat bagian selatan, sebagian Tanduk Afrika, serta Asia Tengah.

Sebaliknya, El Nino juga dapat memicu kekeringan di sejumlah wilayah lain, termasuk Australia, Indonesia, dan sebagian Asia Selatan. Selain memengaruhi pola hujan, fenomena ini juga berkontribusi terhadap peningkatan suhu global, sehingga menjadi perhatian penting dalam dinamika perubahan iklim dunia. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....