Fitur Baru Zoom Pastikan Peserta Rapat Bukan AI
- 19 Apr 2026 11:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Platform konferensi video Zoom menghadirkan fitur baru berupa verifikasi identitas manusia secara real-time dalam rapat daring. Fitur ini mulai diluncurkan pada Jumat, 17 April 2026 sebagai bagian dari pembaruan sistem keamanan.
Menurut digitaltrends, fitur tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan World, perusahaan identitas digital yang didirikan oleh Sam Altman. Teknologi ini terintegrasi dalam pembaruan World ID 4.0.
Melalui sistem ini, penyelenggara rapat dapat memastikan setiap peserta merupakan manusia asli, bukan hasil manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake. Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan tiga elemen, yakni data pendaftaran awal melalui perangkat Orb, pemindaian wajah secara langsung, serta tampilan video peserta dalam rapat.
Jika ketiganya sesuai, pengguna akan memperoleh tanda “Manusia Terverifikasi” di samping nama akun. Penyelenggara rapat juga dapat mewajibkan verifikasi tersebut sebagai syarat untuk bergabung.
Selain itu, pemeriksaan identitas dapat dilakukan sewaktu-waktu selama rapat berlangsung. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kasus penipuan berbasis teknologi deepfake, dimana pada tahun 2024, perusahaan teknik global Arup dilaporkan mengalami kerugian hingga 25 juta dolar AS akibat penipuan dalam rapat virtual.
Kasus serupa juga terjadi di sebuah perusahaan multinasional di Singapura pada 2025. Secara global, kerugian akibat penipuan berbasis deepfake tercatat mencapai lebih dari 200 juta dolar AS dalam satu kuartal.
Penggunaan verifikasi biometrik dinilai akan semakin luas di lingkungan kerja sebagai upaya meningkatkan keamanan digital, namun, penerapan teknologi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait privasi dan kenyamanan pengguna. Dengan peluncuran fitur ini, Zoom menegaskan komitmennya dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di era digital. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....