Gubernur NTT Tekankan Peran Kampus sebagai Motor Pembangunan
- 08 Apr 2026 15:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa pengukuhan tiga guru besar di Universitas Nusa Cendana (Undana) di Graha Cendana Kupang, Rabu, 8 April 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tertinggi yang diraih para guru besar, yakni Prof. Dr. Linda W. Fanggidae di bidang arsitektur dan perilaku, Prof. Dr. Drs. William Djani di bidang reformasi kebijakan dan pembangunan kesehatan, serta Prof. Zakarias Seba Ngara di bidang fisika material. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan selamat atas pencapaian ini. Ini bukan hanya kebanggaan Undana, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat NTT,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan unik, mulai dari kondisi semi-arid, keterbatasan infrastruktur, hingga potensi sumber daya alam yang besar. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembangunan berbasis sains, teknologi, dan nilai kemanusiaan.
Ia menyebut Undana memiliki peran strategis sebagai “think tank” di kawasan Indonesia Timur bahkan Pasifik, yang mampu menyediakan fondasi intelektual bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah. Menurut Gubernur, tiga bidang keilmuan para guru besar yang dikukuhkan sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Arsitektur dan perilaku dinilai penting untuk merancang pembangunan yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga humanis dan sesuai dengan budaya lokal. Ia mencontohkan konsep “kios angalai” sebagai ruang sosial khas masyarakat NTT yang sarat interaksi.
Reformasi kebijakan dan pembangunan kesehatan menjadi kunci dalam menjawab persoalan stunting, akses layanan kesehatan di daerah terpencil, serta efektivitas tata kelola sistem kesehatan. Fisika material berperan dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam, termasuk pemanfaatan mineral, energi surya, dan pengembangan material konstruksi yang tahan gempa.
Gubernur juga mengajak para akademisi untuk tidak hanya berada di “menara gading”, tetapi aktif berkolaborasi dengan pemerintah dalam merancang kebijakan berbasis data dan riset. Ia menegaskan bahwa pembangunan NTT tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat.
Menanggapi isu kecerdasan buatan (AI), Gubernur mendukung pandangan Rektor Undana agar teknologi dimanfaatkan secara bijak. Ia mengingatkan agar penggunaan AI tidak mengurangi kualitas intelektual dan interaksi manusia.
“Kita ingin kecerdasan di NTT tumbuh secara organik, bukan sekadar bergantung pada teknologi,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyatakan optimisme bahwa kolaborasi antara pemerintah dan Undana akan mampu menjawab tantangan pembangunan dan menjadikan NTT lebih maju, sehat, dan berkelanjutan. “Melalui pengukuhan tiga guru besar ini, mari kita bangun Undana, dan bersama-sama membangun Nusa Tenggara Timur,” katanya. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....