Generasi Muda NTT Diajak Kuasai Teknologi lewat Kompetisi Robotik

  • 08 Apr 2026 10:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Minimnya minat terhadap robotik di Nusa Tenggara Timur menjadi latar belakang lahirnya ajang Filosofi Robotic Competition 2026. Kompetisi ini tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa, tetapi juga terbuka luas bagi pelajar dari tingkat SD hingga SMA serta masyarakat umum. Upaya ini diharapkan dapat memperkenalkan teknologi robotik secara lebih dekat dan mendorong lahirnya generasi muda yang melek teknologi.

Staf RnD Logosi Institute, Ciku Lelangayaq, dalam Dialog Kupang Siang di Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 1 April 2026 menjelaskan, kompetisi ini menghadirkan berbagai kategori lomba sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD, peserta akan fokus pada kegiatan merakit robot sederhana seperti permainan edukatif. Sementara itu, tingkat SMP diarahkan untuk membuat “smart obstacle car” atau mobil penghindar rintangan, dan tingkat SMA ditantang menciptakan sistem robotik yang mampu menjawab persoalan di NTT. Adapun kategori umum menghadirkan lomba seperti line follower yang menguji kemampuan robot mengikuti garis.

Bendahara panitia, Tari Kongo Wandal, menjelaskan bahwa seluruh peserta tidak dibiarkan belajar sendiri. Panitia menyediakan workshop gratis sebelum lomba yang terbuka untuk umum, dengan menghadirkan pelatih dari kampus-kampus ternama di NTT seperti Undana, Unwira, dan Unimor. Melalui pelatihan ini, peserta akan dibimbing mulai dari proses perakitan hingga demonstrasi robot.

Kompetisi sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 23 Mei 2026 di Auditorium Politeknik Negeri Kupang, sementara workshop akan dilaksanakan lebih awal sebagai tahap persiapan. Pendaftaran telah dibuka hingga 11 April 2026, dengan sistem peserta berbentuk tim yang terdiri dari maksimal tiga orang per kelompok.

Staf RnD Logosi Institute, Ciku Lelangayaq, menekankan bahwa robotik tidak hanya soal merakit perangkat elektronik, tetapi juga mencakup kemampuan pemrograman. Ia menjelaskan bahwa dua hal utama yang perlu dikuasai adalah pemahaman komponen dan logika program agar robot dapat berfungsi sesuai tujuan.

Lebih lanjut, Logosi Institute juga menghadirkan program pelatihan robotik berjenjang mulai dari kelas pemula hingga tingkat lanjutan. Menurut Ciku, kehadiran wadah seperti ini penting untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber daya manusia di bidang teknologi, sekaligus membantu peserta mengembangkan ide menjadi karya nyata.

Panitia mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan robotik di NTT adalah minimnya pemahaman masyarakat yang masih menganggap robot sebagai sesuatu yang rumit dan mahal. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan demonstrasi berbagai prototipe sederhana seperti tempat sampah otomatis dan sistem rumah pintar, minat dan antusiasme pelajar mulai meningkat signifikan.

Melalui kompetisi ini, panitia berharap NTT tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi sendiri. Filosofi Robotic Competition 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem teknologi di daerah, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda NTT mampu bersaing dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....