Fokus Pendidikan dan Aksi Sosial, Yayasan Karpet Keajaiban Indonesia Bantu Anak NT
- 01 Apr 2026 07:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Program "Kita Indonesia" yang disiarkan melalui RRI Pro2 Kupang pada, Senin, 30 Maret 2026, menghadirkan obrolan inspiratif bersama Ketua Yayasan Karpet Keajaiban Indonesia (KKI), Eka Wati, yang menceritakan dedikasinya dalam membina anak-anak di Nusa Tenggara Timur. Berawal dari keresahan melihat banyaknya anak putus sekolah di kawasan Naikoten sekitar 12 tahun lalu, Ekawati memulai pelayanan pendidikan gratis yang kini telah berkembang menjadi gerakan sosial berskala luas di berbagai kabupaten.
"Bagi saya pribadi, kasih itu selalu bicara tentang tindakan; jika kita bicara tanpa sebuah aksi nyata, maka bagi saya kasih itu bernilai nol," ucap Ekawati saat menjelaskan filosofi di balik gerakannya. Eka menegaskan bahwa seluruh pengabdian yang dilakukan timnya merupakan bentuk tanggung jawab moral yang melampaui sekadar kewajiban profesional.
Yayasan KKI kini menjalankan tiga pilar utama pelayanan yang meliputi bimbingan belajar "Rumah Kasih", sektor pendidikan formal (PAUD dan PKBM), serta aksi sosial berupa pemberian makanan bergizi. Fokus utama bimbingan belajar ini adalah membantu anak-anak kelas 5 dan 6 SD yang terkendala kemampuan membaca agar tidak tertinggal dalam jenjang pendidikan berikutnya.
Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Satya di Timor Tengah Utara (TTU), yayasan ini juga membekali peserta didik dengan keterampilan praktis seperti ketahanan pangan dan bertani. Ekawati percaya bahwa pendidikan adalah gerbang utama untuk melahirkan generasi mandiri yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi pemimpin masa depan bagi daerahnya.
Menurut Ekawati, pendidikan menjadi fokus utama karena dinilai sebagai kunci masa depan generasi muda. “Pendidikan adalah pintu utama untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang bisa mandiri dan membawa perubahan,” ucapnya.
Meskipun kerap menghadapi tantangan berupa penolakan maupun tudingan miring dari pihak luar, Ekawati tetap berkomitmen menjaga kemurnian motivasi pelayanan timnya agar tidak terjebak dalam tren konten semata. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah kegerakan tidak diukur dari jumlah donasi atau popularitas, melainkan dari kedalaman perubahan karakter pada setiap anak yang mereka layani.
Menutup perbincangan, Ekawati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih serius dalam memperhatikan tumbuh kembang dan karakter anak-anak sebagai aset bangsa. "Kita hidup hanya satu kali; jika kita tidak serius dalam panggilan yang sudah Tuhan tetapkan, maka kita tidak akan mencapai tujuan hidup yang sesungguhnya," pungkasnya dengan penuh semangat. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....