Kuatkan UMKM: Wabup Buka Literasi Keuangan & Akses KUR, Bebas dari Rentenir
- 22 Sep 2026 09:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Sebuah perlindungan sekaligus angin segar bertiup untuk ribuan pelaku usaha di tanah ini: bukan sekadar pertemuan bimbingan, melainkan benteng pertahanan ekonomi yang dibangun bersama, agar setiap usaha tumbuh sehat, mandiri, dan terbebas dari perangkap utang yang mencekik. Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alpawan Rangga Kaka, S.P., secara resmi membuka kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan bagi UMKM di Gedung Fortuna Convention Hall, Senin (21/9/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Senior Manager OJK NTT, Donna Bella Permata Rissi beserta tim, para pimpinan perangkat daerah, pimpinan bank dan lembaga keuangan, insan pers, serta ratusan pelaku UMKM yang hadir dengan harapan besar. Kehadiran lintas pihak ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi rakyat bukan beban satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengawas keuangan, dan dunia perbankan.
Wakil Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten melalui TPAKD memperluas akses keuangan yang sah dan meningkatkan pemahaman warga tentang pengelolaan dana. Langkah ini dinilai sangat mendesak, karena masih banyak pelaku usaha yang terjebak keterbatasan modal lalu beralih ke pinjaman tidak resmi rentenir maupun pinjol ilegal yang justru mematikan usaha perlahan namun pasti.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah, namun kemampuan bertumbuhnya sering terhambat belum karena keterampilan, melainkan karena pengelolaan keuangan yang belum tertata,” ungkapnya. Memisahkan uang pribadi dan usaha, mencatat arus kas, serta memahami risiko pinjaman menjadi bekal dasar yang kini dibagikan secara cuma-cuma agar setiap pelaku usaha mampu berdiri tegak atas kakinya sendiri.
Kabar gembira turut disampaikan setelah jeda lima tahun, Bank NTT kembali dipercaya menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bersama BRI, BNI, dan Bank Mandiri, akses pembiayaan yang legal dan terjangkau kini sudah terbuka kembali di Sumba Barat Daya. Wakil Bupati berpesan agar dana tersebut dimanfaatkan untuk modal kerja, alat produksi, dan perluasan pasar bukan untuk kebutuhan sesaat yang tak menghasilkan keuntungan.
Di momen ini, pesan disampaikan kepada dua pihak sekaligus lembaga keuangan dimudahkan akses namun tetap disertai pendampingan agar tepat sasaran, sementara pelaku UMKM diajak beralih ke layanan resmi, rajin mencatat keuangan, serta mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan kolaborasi yang kokoh ini, Sumba Barat Daya melangkah menuju masa depan di mana setiap usaha tumbuh cerdas, mandiri, dan berdaya saing tinggi. YL
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....