Lestarikan Identitas Asli: Wakil Bupati Sumba Barat Buka Dialog Kebudayaan Marapu
- 28 Jul 2026 17:56 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba – Aula Alfa Omega menjadi saksi kebanggaan dan kelestarian warisan leluhur. Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos., secara resmi membuka Workshop Dialog Kebudayaan Penghayat Kepercayaan Marapu, menegaskan bahwa nilai-nilai suci ini adalah jati diri sejati orang Sumba yang harus dijaga kemurniannya di tengah arus zaman, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan sarat makna ini mempertemukan lintas elemen penting, mulai dari Plh. Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, para Rato, tokoh adat, hingga pengurus organisasi kepercayaan. Forum ini tidak sekadar pertemuan, melainkan wadah strategis untuk merawat tata cara pembelisan dan perkawinan adat sekaligus memantapkan posisi Marapu sebagai identitas budaya yang utuh.
Ketua Lembaga Aliran Kepercayaan Marapu, Kornelis Bili, menekankan pentingnya pengesahan adat dan pengukuhan pengurus sebagai pondasi keberlanjutan tradisi. Ia menjelaskan bahwa setiap tahapan pernikahan adat yang dijalani adalah berkat bimbingan leluhur dan Sang Pencipta, meskipun pelaksanaannya tetap menghormati kearifan lokal masing-masing wilayah.
Apresiasi mengalir dari perwakilan pusat, Aji Widayanto, yang menegaskan komitmen negara melindungi hak-hak penghayat kepercayaan. Dengan penetapan Hari Kepercayaan Adat, pemerintah pusat memandang Sumba sebagai benteng kuat pelestarian nilai luhur yang patut dibanggakan dan terus didorong perannya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dalam arahannya yang membara, Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga menekankan bahwa budaya Marapu adalah modal emas pembangunan, terutama untuk memajukan pariwisata berbasis kearifan lokal setara kemegahan ritual Pasola. Namun, ia mengingatkan syarat mutlaknya: hindari konsumsi minuman keras dan jauhi penyimpangan adat agar kehormatan ritual tetap terjaga dan tidak memberatkan generasi mendatang.
Workshop ini ditutup dengan sakral melalui pemberkatan nikah adat yang dipimpin para Rato. Prosesi ini menjadi penegas bahwa meski waktu terus berjalan, jiwa dan semangat leluhur tetap hidup, menyatukan hati masyarakat Sumba Barat dalam menjaga warisan suci demi masa depan yang bermartabat.(YL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....