Peletakan Batu Pertama Tandai Semangat Baru Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno

  • 23 Jul 2026 15:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Suasana penuh sukacita dan pengharapan menyelimuti Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kebaktian dilaksanakan di Desa Oelbiteno, Kecamatan Fatuleu Tengah, Rabu, 15 Juli 2026. Momentum ini menjadi tonggak awal dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah lama dinantikan sekaligus menjadi simbol semangat baru kebersamaan jemaat dalam membangun pelayanan gereja.

Prosesi diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel B. Pandie, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Johanis Mase, para pendeta, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaat yang datang untuk menyaksikan dimulainya pembangunan gereja. Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengajak seluruh jemaat menjadikan peletakan batu pertama sebagai awal dari komitmen bersama untuk menyelesaikan pembangunan hingga tuntas.

Menurutnya, pembangunan gereja bukan hanya tentang mendirikan bangunan fisik, tetapi juga membangun kehidupan iman yang semakin kuat. "Ebenhaezer berarti sampai di sini Tuhan menolong. Saya ingin menambahkan, sampai kapan pun Tuhan tetap menolong. Pertolongan Tuhan tidak pernah berhenti bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya," ujar Bupati.

Ia berharap semangat yang terlihat pada hari peletakan batu pertama terus terjaga selama proses pembangunan berlangsung. Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kekompakan, gotong royong, dan kesetiaan seluruh jemaat untuk terus terlibat.

"Pembangunan gereja tidak boleh hanya semangat di awal. Kalau hari ini kita sepakat membangun, maka sampai selesai kita juga harus tetap sepakat. Jangan ketika pembangunan berjalan, satu per satu mulai menghilang. Kekuatan kita ada pada kebersamaan," katanya.

Peletakan batu pertama tersebut juga menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang mewujudkan gedung kebaktian yang representatif bagi Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno. Kehadiran rumah ibadah yang lebih layak diharapkan mampu menunjang aktivitas persekutuan, pembinaan iman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah, Pemerintah Kabupaten Kupang menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan gereja, termasuk membantu penyelesaian legalitas aset melalui proses sertifikasi tanah sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi agar setiap rencana pembangunan gereja dapat diakomodasi melalui mekanisme perencanaan daerah.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel B. Pandie, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas dukungan nyata terhadap kehidupan bergereja. Menurutnya, pembangunan gedung kebaktian harus diiringi dengan pembangunan kualitas iman jemaat sehingga gereja semakin mampu menjadi pusat pembinaan rohani dan pelayanan bagi masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kupang Johanis Mase yang menilai dimulainya pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bersama. Peletakan batu pertama ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal perjalanan panjang yang dibangun di atas semangat persatuan, gotong royong, dan iman.

Dengan kebersamaan seluruh jemaat serta dukungan berbagai pihak, Gedung Kebaktian Jemaat Ebenhaezer Oelbiteno diharapkan segera berdiri sebagai rumah ibadah yang menjadi pusat pelayanan dan berkat bagi generasi kini maupun yang akan datang. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....