Program SMK Membangun Desa Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

  • 31 Mar 2026 04:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Program “SMK Membangun Desa” yang digagas Pemerintah Provinsi NTT menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Belu. Program ini mengintegrasikan sekolah menengah kejuruan dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa SMK harus berperan sebagai pusat produksi dan inovasi, bukan sekadar lembaga pendidikan teori. “Kita butuh sekolah yang tidak hanya teori, tapi langsung produksi,” katanya.

Ia menjelaskan konsep yang diterapkan meliputi One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan produk unggulan di setiap desa dan sekolah. “Setiap desa harus punya produk unggulan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menyebut kegiatan ini merupakan kerja sama antara pemerintah desa dan SMK di Kabupaten Belu. Program berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai pelatihan keterampilan.

“Fokusnya pada pengolahan pangan lokal, menjahit, dan tenun ikat,” tuturnya Minggu, 29 Maret 2026 malam.

Ia menambahkan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat desa, khususnya anak-anak yang putus sekolah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha baru.

“Kami ingin meningkatkan kompetensi masyarakat desa,” ucapnya saat memberikan sambutan dalamkunjungan kerja ke Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tenaga pendamping berasal dari SMK yang tergabung dalam MKKS, termasuk dukungan dari SMK Negeri 3 Kupang.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan aktif warga dalam setiap sesi pelatihan. Meski kegiatan berlangsung hingga malam hari, warga tetap mengikuti dengan semangat tinggi.

Gubernur berharap program ini mampu mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. “Kalau kita konsisten, ekonomi desa pasti bergerak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....