Tahun Baru Islam 1448 H, Menteri Nusron Serukan Semangat Hijrah dan Perbaikan Diri

  • 18 Jun 2026 22:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Hal itu disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, saat memberikan tausiyah dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H dan Penyerahan Sertipikat Tanah Wakaf di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 16 Juni 2026.

Dalam tausiyahnya, Menteri Nusron mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas diri dan kehidupan sosial. Menurutnya, ajaran Islam menekankan pentingnya perbaikan yang berkelanjutan dari waktu ke waktu.

“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari-hari yang lalu maka termasuk orang yang beruntung. Kalau hari ini sama dengan hari-hari yang lalu termasuk orang yang rugi. Karena ini suasana Muharam, kita sama-sama berdoa semoga tahun 1448 Hijriah ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Nusron.

Ia menegaskan bahwa semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pribadi, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya melalui upaya menjaga dan mengamankan aset-aset umat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas.

Menteri Nusron berharap momentum Tahun Baru Islam dapat memperkuat nilai-nilai kemaslahatan, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam membangun bangsa. Ia juga mendoakan agar Jawa Tengah semakin maju dan kondisi dunia menjadi lebih baik.

“Mudah-mudahan tahun ini lebih baik, Provinsi Jawa Tengah semakin makmur, dan suasana dunia saat ini bisa menjadi lebih baik, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai peringatan Tahun Baru Islam merupakan momentum yang tepat untuk melakukan refleksi dan perubahan. Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan melalui penguatan persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

“Kita melakukan refleksi, kita harus berhijrah, harus berubah. Hijrah yang kita lakukan adalah bagaimana menciptakan Jawa Tengah menjadi rukun, tidak terpecah belah dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan sebanyak 243 sertipikat tanah wakaf sebagai bentuk penguatan legalitas aset keagamaan dan sosial. Selain itu, bantuan pendidikan juga diberikan kepada 100 anak yatim dari berbagai yayasan Islam di Jawa Tengah.

Penyerahan sertipikat dilakukan oleh Menteri Nusron yang didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Sri Pranoto. Turut hadir pula Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Achmad. Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H ini menjadi simbol komitmen bersama untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, sekaligus memperkuat perlindungan aset umat demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....