Polres Sumba Barat Bongkar Jaringan Pencurian Hewan Resahkan Masyarakat

  • 16 Sep 2026 22:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID. Kupang - Tim Gabungan Polres Sumba Barat berhasil membongkar sindikat tindak pidana pencurian ternak dengan kekerasan (curas) serta pencurian dengan pemberatan (curat) yang selama ini meresahkan warga Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah. Dalam operasi penangkapan, tiga orang tersangka berhasil diringkus, sementara satu pelaku lainnya tewas tertembak usai berusaha menyerang petugas menggunakan parang.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa langkah hukum yang diambil merupakan bentuk ketegasan polisi demi mengembalikan rasa aman masyarakat.

"Penindakan tegas terukur ini menjadi momentum penting bagi kepolisian untuk menegakkan hukum secara objektif, transparan, dan profesional demi mengembalikan rasa aman serta ketenteraman di tengah masyarakat," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra, Rabu 16 September 2026 di Kupang.

Pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan intensif terhadap tiga Laporan Polisi (LP) terkait aksi pencurian ternak yang kerap disertai kekerasan sejak 2022 hingga 2026.

Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka, yakni A.S.B.L. (46), K.Y. (35), dan Y.K.M. Sebagai barang bukti, petugas menyita satu ekor kerbau jantan hasil curian yang ditemukan di rumah tersangka A.S.B.L. dan kini diamankan di Polsek Loli.

Aksi penyergapan dimulai pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang dipimpin Kanit Buser berhasil mencokok tersangka A.S.B.L. dan K.Y. Berdasarkan hasil interogasi, petugas kembali bergerak dan menangkap tersangka Y.K.M. pada pukul 06.00 WITA.

Pengembangan dilanjutkan untuk mengincar pelaku lain berinisial J.T. (39). Sekitar pukul 09.40 WITA, petugas mendatangi kediaman J.T. di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli. Namun saat hendak ditangkap, J.T. merespons agresif dengan mengayunkan parang ke arah petugas.

Petugas sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun diabaikan oleh J.T. yang berupaya melarikan diri. Demi melumpuhkan pelaku, petugas mengarahkan tembakan ke arah kaki. Namun, di saat bersamaan J.T. terjatuh sehingga peluru mengenai bahu kanan. Petugas langsung membawa J.T. ke RSK Lende Moripa pukul 10.00 WITA untuk mendapatkan penanganan medis darurat, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada pukul 10.20 WITA.(VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....