Masyarakat Diminta Jangan Mudah Percaya Calo TKI tanpa Dokumen Resmi

  • 29 Jul 2026 12:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT, Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H., mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji besar tanpa melalui prosedur resmi.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTT, Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu, usai Tim Zero Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT berhasil menggagalkan keberangkatan lima orang yang diduga akan diberangkatkan secara nonprosedural sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menuju Malaysia melalui Bandara El Tari Kupang, S.H., M.H., Rabu 29 Juli 2026, di Kupang.

"Kami mengajak masyarakat untuk memastikan setiap proses bekerja ke luar negeri dilakukan melalui jalur yang sah dan sesuai ketentuan pemerintah. Jangan mudah percaya kepada calo atau pihak yang menjanjikan keberangkatan secara cepat tanpa dokumen resmi,” ujarnya.

Kombes Pol. Dr. Nova Irone Surentu Jika menemukan dugaan perekrutan ilegal, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami ingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun identitas korban, mengingat perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum merupakan amanat peraturan perundang-undangan,” katanya lagi.

Polda NTT menegaskan bahwa proses penyidikan akan dilakukan secara profesional, akuntabel, dan menjunjung tinggi hak-hak semua pihak. Selama proses hukum berlangsung, terduga pelaku tetap berstatus sebagai tersangka dan berhak atas asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Kepolisian akan terus memperkuat sinergi dengan BP3MI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan TPPO dan perlindungan terhadap masyarakat, sehingga praktik pengiriman pekerja migran secara nonprosedural dapat ditekan dan tidak lagi memakan korban,” tutup Kombes Nova.(VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....