Budaya Membaca dalam Keluarga Perkuat Literasi dan Karakter Anak sejak Dini

  • 13 Jun 2026 09:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Budaya membaca di lingkungan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan literasi sekaligus karakter anak. Hal itu karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang tua di rumah.

Menurut Penanggung jawab kemitraan Pusat Pengembangan Anak (PPA) Gereja Masa Depan Cerah (MDC) Tuapukan, Pendeta Oktovianus Nalle, kebiasaan membaca sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua yang gemar membaca akan menjadi teladan yang baik sehingga dapat mendorong anak menumbuhkan minat membaca sejak usia dini.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca tulisan. Literasi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pendeta Okto saat dialog bersama RRI Kupang, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menegaskan, seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik tidak hanya mampu membaca sebuah teks, tetapi juga memahami isi bacaan tersebut. Selain itu, ia dapat menyampaikan kembali informasi yang diperolehnya dengan baik.

“Literasi juga berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Dengan demikian, seseorang dapat menilai apakah informasi tersebut benar atau keliru sebelum menggunakannya sebagai dasar dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan membaca memiliki hubungan erat dengan pembentukan karakter anak. Melalui bacaan, anak memperoleh pengetahuan yang membantu membedakan perilaku yang baik dan yang tidak baik.

“Pengetahuan yang diperoleh dari membaca juga dapat membentuk sikap dan perilaku positif, baik di rumah maupun di sekolah. Anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai kehidupan dan menerapkannya dalam interaksi sehari-hari,” ujar pendeta Okto.

Karena itu, budaya membaca di keluarga perlu terus dibangun sebagai fondasi penguatan literasi dan numerasi. Selain meningkatkan kemampuan berpikir, kebiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan karakter seperti kejujuran, kebijaksanaan, serta nilai-nilai positif lainnya pada anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....