Mayoritas Warganet Indonesia Akses Internet 4 hingga 6 Jam per Hari
- 14 Jul 2026 18:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Jumlah masyarakat Indonesia yang terhubung ke dunia maya terus mengalami lonjakan signifikan. Laporan terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa per tahun 2026, sebanyak 235,26 juta jiwa dari total 287,88 juta penduduk Indonesia telah menjadi pengguna internet.
Capaian ini menandai tingkat penetrasi internet yang cukup tinggi, yakni sebesar 81,72%. Melansir dari laman GoodStats, survei yang digelar pada 1 Februari sampai 15 Maret 2026 ini menjaring 8.700 responden WNI dengan batas usia minimal 13 tahun.
Seluruh responden tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, enumerator terlatih diterjunkan untuk melakukan wawancara langsung guna mengumpulkan data. Menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling), survei ini mencatatkan margin of error (MoE) di angka ±1,1%.
Survei ini mengungkap fakta menarik mengenai kebiasaan berselancar masyarakat Indonesia di dunia maya. Sepanjang tahun 2026, mayoritas warganet atau sekitar 43,4% di antaranya, tercatat mengakses internet selama 4-6 jam setiap hari.
Durasi ini mengalami lonjakan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berada di angka 35,7%. Selain kelompok mayoritas, survei ini juga memotret kelompok pengguna lain.
Sebanyak 33,6% responden mengaku aktif di dunia maya selama 1-3 jam sehari, disusul kelompok berdurasi 7-10 jam yang mencapai 14,5%. Menariknya, warganet yang menghabiskan waktu sangat lama atau lebih dari 10 jam per hari tercatat sebesar 4,3%.
Angka ini hampir setara dengan kelompok pengguna musiman yang berselancar di bawah 1 jam per hari, yakni sebesar 4,2%. Meninjau dari aspek perubahan perilaku, mayoritas responden sebesar 84,6% mengindikasikan bahwa durasi pemanfaatan internet mereka cenderung stabil dan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, kelompok responden yang mengalami peningkatan durasi tercatat sebesar 12,1%, dan sisanya sebanyak 3,3% menyatakan terjadi penurunan intensitas akses. Berdasarkan jenis perangkat yang digunakan, smartphone atau telepon seluler menjadi instrumen utama dalam mengakses internet dengan persentase dominan mencapai 84,31%.
Sebaliknya, pemanfaatan perangkat komputasi portabel seperti laptop atau notebook hanya mencatatkan angka 9,41%. Penggunaan Smart TV atau konsol gim berada di tingkat 3,02%, yang disusul oleh perangkat tablet sebesar 2,39%.
Berada di posisi terendah, penggunaan komputer meja atau desktop (PC) hanya sebesar 0,85%. Data ini mengindikasikan bahwa akses internet kontemporer kian berorientasi pada gawai mobilitas tinggi yang menawarkan kepraktisan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....