Radio di Era TikTok, Masihkah Didengar Generasi Z?

  • 08 Jun 2026 08:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah derasnya arus digitalisasi, kehadiran media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan berbagai platform streaming telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan hiburan. Generasi Z, yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital, kini lebih akrab dengan konten video pendek, podcast, dan layanan streaming musik dibandingkan media konvensional. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah radio masih didengar oleh Generasi Z?

Banyak yang menganggap radio telah kehilangan pamornya di kalangan anak muda. Dengan hanya beberapa sentuhan di layar ponsel, Generasi Z dapat menikmati jutaan lagu, menonton video hiburan, mengikuti tren terbaru, hingga berinteraksi langsung dengan kreator favorit mereka. TikTok bahkan mampu membuat sebuah lagu menjadi viral dalam hitungan jam dan menjangkau jutaan pengguna di seluruh dunia.

Dibandingkan dengan radio yang bersifat linear dan terjadwal, media digital menawarkan kebebasan memilih konten kapan saja dan di mana saja. Namun, anggapan bahwa radio telah ditinggalkan sepenuhnya ternyata tidak sepenuhnya benar. Radio masih memiliki sejumlah keunggulan yang sulit tergantikan oleh platform digital. Salah satunya adalah kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar. Suara penyiar yang menemani aktivitas sehari-hari menciptakan hubungan yang lebih personal dibandingkan algoritma media sosial.

Bagi sebagian anak muda, radio tetap menjadi teman saat berkendara, belajar, bekerja, maupun bersantai. Perkembangan teknologi juga membuat radio bertransformasi. Kini siaran radio tidak hanya dapat dinikmati melalui perangkat radio konvensional, tetapi juga melalui aplikasi streaming, website, hingga media sosial. Banyak stasiun radio yang aktif membuat konten di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts untuk menjangkau audiens yang lebih muda. Strategi ini memungkinkan radio hadir di ruang digital yang menjadi habitat utama Generasi Z.

Selain itu, radio memiliki keunggulan dalam menyampaikan informasi secara cepat dan terpercaya. Ketika terjadi bencana alam, kemacetan lalu lintas, gangguan jaringan internet, atau peristiwa penting lainnya, radio sering kali menjadi sumber informasi yang tetap dapat diakses masyarakat. Karakteristik siaran langsung yang dimiliki radio memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan konten digital yang umumnya dikonsumsi secara individual dan sesuai permintaan.

Generasi Z sendiri tidak sepenuhnya menolak radio. Mereka hanya menginginkan format yang lebih relevan dengan gaya hidup saat ini. Konten yang interaktif, pembahasan isu-isu kekinian, musik yang sesuai selera, serta keterlibatan pendengar melalui media sosial menjadi faktor penting untuk menarik perhatian mereka. Banyak radio yang kini menghadirkan podcast, siaran video, hingga live streaming agar dapat menjangkau audiens lintas platform.

Di Indonesia, sejumlah stasiun radio mulai memanfaatkan tren digital dengan menggabungkan siaran konvensional dan konten media sosial. Potongan video penyiar saat siaran, cuplikan wawancara menarik, hingga konten hiburan singkat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan radio kepada generasi muda. Bahkan tidak sedikit pendengar yang pertama kali mengenal sebuah program radio melalui TikTok sebelum akhirnya mengikuti siaran secara langsung.

Bagi lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia (RRI), transformasi digital menjadi langkah penting untuk mempertahankan relevansi di tengah perubahan perilaku audiens. Radio tidak lagi hanya bersaing dengan sesama stasiun radio, tetapi juga dengan berbagai platform digital yang menawarkan beragam pilihan hiburan dan informasi. Oleh karena itu, inovasi konten dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci keberlangsungan radio di masa depan.

Pada akhirnya, radio mungkin tidak lagi menjadi media utama bagi sebagian besar Generasi Z, tetapi bukan berarti keberadaannya hilang. Radio sedang mengalami evolusi, dari media suara konvensional menjadi platform audio digital yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selama mampu menghadirkan konten yang relevan, interaktif, dan mudah diakses melalui berbagai platform, radio masih memiliki tempat di hati generasi muda. Era TikTok bukanlah akhir bagi radio. Justru di tengah banjir informasi dan konten yang serba cepat, radio memiliki peluang untuk menawarkan sesuatu yang berbeda: kedekatan, kepercayaan, dan pengalaman mendengar yang lebih personal. Tantangan terbesar bukanlah bagaimana mempertahankan cara lama, melainkan bagaimana radio terus berinovasi agar tetap menjadi bagian dari kehidupan Generasi Z. (ADM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....