Bhayangkara Pengawal Generasi Muda Menuju Indonesia Emas
- 27 Jun 2025 16:40 WIB
- Kupang
KBRN,Rote: Di ujung selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jauh dari riuhnya ibu kota, di hamparan pesisir Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, jejak pengabdian seorang Bhayangkara mengalir sunyi namun bermakna.
Dialah Iptu I Gede Putu Parwata, Kapolsek Pantai Baru, yang tak sekadar menjaga ketertiban, tapi juga menyulam harapan di hati anak-anak negeri. Seragamnya mungkin sama, namun semangat di baliknya berbeda.
Ia tidak hanya mengamankan, tapi juga mengayomi, menginspirasi, dan hadir sebagai teladan yang hidup. Di tengah deru tantangan zaman, ketika generasi muda makin rentan terhadap pengaruh gaya hidup yang menyesatkan, Iptu Parwata memilih untuk hadir, bukan hanya lewat tugas, tapi lewat cinta yang nyata.
Dari Doa ke Aksi Nyata
Suatu pagi yang teduh, dengan sinar mentari menari lembut di balik pohon kelapa, Iptu Parwata menggandeng UPTD Puskesmas Korbafo untuk menggelar bakti kesehatan di UPTD SMPN 1 Pantai Baru. Bukan sekadar seremoni, ini adalah bentuk komitmen bahwa generasi sehat adalah fondasi bangsa yang kuat.
| Baca juga: Dari Penjual Ikan Menjadi Petugas Loket ASDP |
“Ini bukan sekadar rutinitas, ini komitmen. Jauh dari pusat negeri, tapi tanggung jawab kami tetap besar, menjaga masa depan anak-anak Indonesia,” ungkap Iptu Parwata penuh keyakinan.
Kerja sama lintas sektor itu bukan dimulai di atas meja rapat, tapi dari niat tulus dan komunikasi terbuka. Hasilnya, 378 siswa mendapat layanan kesehatan dan edukasi langsung dari polisi dan tenaga medis. Aula sekolah menjadi ruang berbagi, di mana suara tawa, antusiasme, dan kehangatan mengisi sela-sela penyuluhan.
Polisi Bukan untuk Ditakuti
“Selamat pagi, Pak Polisi!” seru anak-anak dengan riang, menyambut kehadiran Kapolsek dan timnya. Balasan hangat pun datang dari Kapolsek Parwata, yang tak segan menyapa satu per satu, menyalami, dan menatap mereka dengan penuh kasih.
Sesi penyuluhan dimulai dengan suasana cair. Tak ada sekat antara aparat dan siswa. Polisi bukan lagi sosok menakutkan, melainkan sahabat tempat berbagi. Anak-anak mendengarkan dengan saksama, sesekali tertawa saat materi disampaikan dengan pendekatan humanis.

“Kami akan terus mengawal generasi muda. Kesehatan itu kunci. Mereka adalah penerus tongkat estafet kepemimpinan negeri ini dan mereka adalah generasi emas Indonesia,” tegas Iptu Parwata kepada RRI, Jumat (27/6/2025).
Apresiasi dari Para Mitra dan Masyarakat
Langkah sederhana namun berdampak ini mendapat respons positif. dr. Defrima Haning, Kepala UPTD Puskesmas Korbafo, menyebut bahwa kolaborasi ini adalah contoh nyata sinergi sektor keamanan dan kesehatan demi masa depan bangsa.
“Inisiatif ini sangat bermanfaat. Kepedulian Pak Kapolsek bukan hanya soal keamanan, tapi juga membangun kesehatan mental dan fisik peserta didik,” ujar dr. Defrima.
Apresiasi juga datang dari Kepala Sekolah SMPN 1 Pantai Baru, Yermen G. M. Bolu, S.Pd., yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk investasi sosial Polri dalam dunia pendidikan.
“Kegiatan ini menyentuh langsung siswa kami. Terima kasih kepada Pak Kapolsek dan tim atas sinergi yang luar biasa. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk kasih bagi masa depan anak-anak kami,” ujar Yermen Bolu.
Menjaga Negeri Lewat Generasi
Iptu Parwata menyadari, pengabdiannya bukan untuk selamanya. Namun, ia ingin meninggalkan jejak yang abadi—bukan pada batu, tapi di hati generasi yang ia dampingi.
“Suatu saat tugas saya akan selesai. Tapi saya ingin, ketika saya melepas seragam, anak-anak ini akan mengenakannya. Bukan karena paksaan, tapi karena cinta pada negeri ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia percaya, pengabdian dengan hati akan meninggalkan dampak jauh lebih besar dari pada instruksi dan perintah. Maka, setiap pagi yang ia mulai, setiap langkah yang ia ambil, selalu disertai niat untuk menjadi berkat, bukan hanya penjaga keamanan.
Di Selatan NKRI, Harapan Itu Hidup
Di ujung timur selatan Indonesia, tempat matahari pertama kali menyapa negeri ini, ada sekelompok Bhayangkara yang tak pernah lelah menjaga harapan. Di antara debur ombak dan semilir angin Pantai Baru, mereka hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk merangkul dan membimbing.
Karena di mata Iptu Parwata dan para Bhayangkara lainnya, generasi muda bukan hanya anak-anak hari ini, mereka adalah Indonesia masa depan. Dan setiap tetes keringat yang ditabur hari ini, suatu saat akan tumbuh menjadi pohon kebangsaan yang rimbun dan berbuah bagi negeri tercinta. (LA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....