Sinergi BI NTT dan Pemerintah Perkuat Kesiapan UMKM Menembus Pasar Global
- 17 Sep 2026 14:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT serta Akademi Mudah Ekspor menyelenggarakan Bootcamp UMKM Ekspor 2026 bertema “Berdaya Saing, Siap Mendunia” pada 14-15 September 2026. Kegiatan selama dua hari yang dibuka di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT ini, diikuti oleh 50 UMKM hasil kurasi dari 98 pendaftar untuk memperkuat kapasitas usaha, daya saing produk, dan kesiapan menjangkau pasar internasional.
Dalam sambutannya, Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Reyza Lisembina B., menekankan pentingnya kesiapan usaha, mulai dari kontinuitas produksi dan pemenuhan standar hingga kemampuan bernegosiasi dengan calon pembeli. “Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru,” ujar Reyza.
| Baca juga: Pekan QRIS NTT Catat 4.200 Transaksi Digital |
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, turut menekankan pentingnya sinergi untuk memperluas akses pasar produk unggulan daerah. “NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional,” kata Zet Libing.
“Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan. Melalui sinergi ini, kami berharap UMKM semakin siap membangun kemitraan usaha dan menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan,” ujarnya lebih lanjut.

Penguatan kesiapan ekspor menjadi relevan di tengah perkembangan perdagangan luar negeri NTT. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor NTT pada Januari–Juni 2026 mencapai USD32,03 juta, turun 10,62% dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD29,78 juta. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan daya saing dan perluasan pasar bagi produk unggulan NTT, antara lain pangan olahan, kopi, kemiri beserta turunannya, serta wastra.
Pembekalan oleh Fernanda Reza Muhammad dan Zahra Margautami dari Akademi Mudah Ekspor dirancang untuk mempersiapkan UMKM menjadi lebih buyer-ready, yaitu siap menawarkan produk dan memenuhi kebutuhan calon pembeli. Materi mencakup pemetaan pasar, penyusunan harga dan penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, serta komunikasi dan negosiasi bisnis.
Peserta juga memperoleh penguatan profil usaha, katalog produk, pemasaran digital, dan presentasi penawaran ekspor atau export pitching. Bootcamp ini menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor pada even Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026, bulan Oktober mendatang.
Peserta diharapkan memiliki target pasar yang lebih jelas, materi penawaran yang lebih siap, serta rencana tindak lanjut untuk menjajaki peluang bisnis. Melalui sinergi bersama para mitra, Bank Indonesia Provinsi NTT terus mendorong UMKM memperluas akses pasar dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. (rlsbintt/at)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....