Barista Jadi Ujung Tombak Edukasi Industri Kopi di NTT
- 12 Agt 2026 12:02 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan industri kopi modern telah menggeser pola konsumsi masyarakat, dari yang semula sekadar mencari asupan kafein menjadi pencarian pengalaman (experience) dan cerita di balik cangkir. Dalam dinamika ini, barista kini memegang peran strategis sebagai ujung tombak edukasi, sekaligus penyambung lidah dari perjuangan para petani kopi di hulu hingga ke tangan konsumen.
Hal tersebut ditegaskan oleh Penanggung Jawab Partnership & Sponsorship Komunitas Kopi NTT, Kevin Sena, serta Pembina Komunitas Kopi NTT, Anthon Djawas, dalam Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang bertajuk "Kopi NTT Naik Kelas" pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kevin Sena menjelaskan bahwa di era industri kopi gelombang baru (fifth wave), edukasi ke pelanggan menjadi kunci utama promosi kopi lokal. Seorang barista dituntut memiliki pengetahuan produk (product knowledge) yang mendalam agar mampu menyampaikan cerita perjalanan kopi secara utuh.
"Barista adalah ujung tombak bagaimana pelanggan bisa memahami kopi yang mereka minum. Saat ini konsumen ingin tahu dari mana kopi ini berasal, bagaimana proses pascapanennya, hingga siapa roaster-nya. Jadi barista bukan sekadar menuangkan air, tetapi menyeduh cerita perjuangan petani lokal di balik keterbatasan yang ada," ujar Kevin.
Menurutnya, pemahaman mendalam yang disampaikan barista akan memberikan nilai tambah (value) pada tiap cangkir kopi, sekaligus menumbuhkan rasa bangga di kalangan masyarakat untuk terus mengonsumsi produk lokal.
Di sisi lain, untuk mewujudkan ekosistem kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi, dibutuhkan kerja sama erat dari berbagai pihak (collaborative work). Komunitas Kopi NTT secara aktif membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga perbankan.
Pembina Komunitas Kopi NTT, Anthon Djawas, membeberkan bahwa upaya kolaborasi ini telah membuah hasil positif melalui sinergi berkelanjutan bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Bank Indonesia (BI).
"Sejak 2025 hingga 2026, kami telah melakukan audiens dan kerja-kerja kolaborasi yang disambut sangat baik oleh Gubernur NTT dan Bank Indonesia. Dukungan dari instansi ini sangat krusial dalam membantu pelaku usaha menghadapi tiga tantangan mendesak di NTT, yaitu edukasi, akses modal, dan akses pasar," kata Anthon.
Anthon menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini tidak boleh berhenti di tengah jalan. Harapan utama komunitas adalah terciptanya kesejahteraan yang merata di seluruh rantai pasok industri kopi NTT.
"Harapan kami dari komunitas adalah kesejahteraan bersama dari hulu ke hilir—mulai dari petani di perkebunan, pengolah (processor), juru panggang (roaster), barista, hingga pemilik bisnis (business owner). Dengan sinergi yang konsisten, Kopi NTT tidak hanya naik kelas secara reputasi, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," kata Anthon, mengakhiri. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....