Dapur Krisela: Berawal dari Hobi, Tumbuh Menjadi Bisnis Kuliner dari Rumah

  • 31 Agt 2026 08:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Keputusan besar untuk beralih profesi demi merintis usaha kuliner mandiri menjadi langkah awal perjalanan Elisie Paulina Teuf, S.T., atau yang akrab disapa Elsi. Berbekal niat serta hobi memasak, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya di konsultan teknik pada tahun 2020 dan resmi mendirikan Dapur Krisella dari rumah pada tahun 2021.

Dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Kupang, pada Minggu, 30 Agustus 2026, Elsi mengungkapkan berbekal resep yang dimilikinya, ia mencoba membuat berbagai kue dan membagikannya kepada keluarga untuk mendapatkan tanggapan sebelum memberanikan diri menjual produknya. "Waktu 2020 saya berhenti bekerja di konsultan dan sudah ada niat dalam hati untuk berbisnis, lalu di tahun 2021 saya mencoba dari resep yang ada untuk membuat kue," ujarnya.

Memulai usaha rumahan dari skala kecil menjadi strategi awal Elsi dalam memperkenalkan olahan kulinernya kepada masyarakat. Tart Susu, kue khas Nusa Tenggara Timur, menjadi produk perdana yang ditawarkan melalui sistem open order di media sosial untuk membangun basis pelanggan pertama. "Kue yang saya buat awalnya Tart Susu, jajanan khas orang NTT yang semua orang suka, lalu saya coba jual lewat grup Facebook" katanya.

Inovasi produk terus berkembang seiring meningkatnya permintaan, mulai dari aneka tart, pai, puding, roti, hingga kue kering serta minuman. Dapur Krisella juga menghadirkan varian unik seperti lapis legit serta kreasi kue roll klepon untuk memenuhi pesanan khusus pelanggan.

"Kuenya untuk saat ini tidak hanya satu varian saja, ada tart, pai, puding, roti-rotian, kue kering, bahkan kreasi kue klepon dalam bentuk roll cake," ucapnya. Eksplorasi resep dilakukan dengan memadukan referensi internet dan racikan formula sendiri demi menciptakan ciri khas rasa. Konsistensi cita rasa dan kualitas produk dijaga ketat melalui penakaran bahan yang terukur secara presisi pada setiap proses produksi.

"Walaupun melihat dari internet, saya racik adonan sendiri supaya rasa lebih enak, dan takaran ukurannya tetap sama agar rasanya konsisten," katanya. Selain berfokus pada varian menu, tampilan visual dan kemasan rapi menjadi perhatian utama untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Kemasan yang estetik terbukti efektif menarik minat pembeli hingga merambah pesanan instansi serta paket hampers hari raya. "Saya mengemas produk dengan kemasan yang bagus dan cantik karena pelanggan juga melihat penampilan kemasan yang rapi," ucapnya.

Menjalankan usaha kuliner rumahan sekaligus mengurus keluarga menuntut kedisiplinan tinggi dalam membagi waktu harian. Sistem pre-order (PO) diterapkan sebagai langkah cermat untuk menekan risiko kerugian bahan baku serta menjaga efisiensi kerja.

"Sebagai ibu rumah tangga, saya membuat jadwal yang disiplin dan menentukan prioritas agar bisa membagi waktu antara bisnis dan rumah tangga," katanya. Perjalanan merintis usaha dari rumah membuktikan bahwa keterbatasan tempat bukan penghalang untuk berkembang dan meraih kepercayaan pasar.

Keberanian untuk memulai dari skala kecil serta fokus menjaga kualitas rasa menjadi kunci utama sukses berwirausaha. "Jangan takut untuk memulai. Mulailah dari yang kecil karena dari yang kecil itu merupakan awal dari pencapaian yang besar,” ujarnya, mengakhiri. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....