Berawal dari Iseng Live Media Sosial, Rumah Kue Ci'N Makin Populer di Kota Kupang
- 17 Agt 2026 04:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Siapa sangka, sebuah usaha kuliner jajanan pasar yang kini populer dan membanjiri lini masa media sosial warga Kota Kupang berawal dari ketidaksengajaan. Yenly Fangidae, pemilik usaha Rumah Kue Ci’N, membagikan kisah perjalanan bisnisnya saat menjadi narasumber dalam Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Kupang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Usaha yang kini memiliki puluhan varian jajanan tersebut bermula ketika Yenly mendapatkan hadiah satu sak tepung terigu dari kerabatnya. Berawal dari sekadar mengisi waktu luang, ia melakukan siaran langsung (live) di media sosial TikTok sembari menyantap kue buatannya.
"Awalnya itu berawal dari iseng. Kebetulan dapat hadiah tepung satu sak dari keluarga, terus iseng live di TikTok pas mau makan. Keceplosan ngomong 'ini dijual loh'. Eh, ternyata ramai yang nonton dan langsung banyak pesanan," ujar Yenly.
Yenly menceritakan, nama Rumah Kue Ci’N diambil dari panggilan akrabnya "Aci" yang dipadukan dengan huruf 'N' dari nama depannya agar terdengar lebih estetis. Filosofi utama usahanya adalah menyajikan kue rumahan dengan cita rasa otentik khas masakan ibu di rumah.
Sebelum fokus pada jajanan pasar tradisional, Yenly sempat mengeluti usaha makanan kukusan sehat. Namun, melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap aneka jajanan pasar pasca-siaran langsung tersebut, ia mantap banting setir dan memfokuskan usahanya pada lini kue tradisional sejak September tahun lalu.
Dari total 38 varian menu yang ditawarkan, Rumah Kue Ci’N memiliki tiga produk bestseller yang kerap ludes dalam hitungan puluhan menit yaitu Kue Bajongko, Serabi dan Risol Mayo. Di balik keberhasilannya, Yenly mengungkapkan bahwa Rumah Kue Ci’N murni dijalankan sebagai bisnis keluarga. Seluruh racikan resep andalan diolah secara langsung oleh tangan ibunya dan dirinya sendiri demi menjaga konsistensi rasa.
| Baca juga: Inovasi Seniman Alor Ciptakan Seni Daun |
Menghadapi tantangan fluktuasi harga bahan baku utama seperti kelapa, santan, dan gula batu, Yenly menegaskan prinsipnya untuk tidak mengorbankan kualitas bahan demi sekadar mempertahankan harga murah.
"Bahan baku seperti gula batu dan kelapa itu rawan dan sangat menentukan rasa. Walaupun harga bahan baku naik, kami konsisten tidak ganti resep pokok. Selain menjaga rasa, pelayanan yang ramah adalah kunci utama agar pelanggan tidak kapok," tegasnya.
Berbeda dengan penjual jajanan pasar pada umumnya yang identik beroperasi pada pagi hari, lapak utama Rumah Kue Ci’N yang berlokasi di belakang Hotel Papa Johns, Oebufu justru mulai melayani pembeli pada sore hari pukul 15.00 WITA.
Strategi jam buka ini justru menangkap peluang pasar baru. Banyak masyarakat Kota Kupang memanfaatkan lapaknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi acara ibadah sore/malam, arisan keluarga, hingga rapat kantor mendadak.
Kini, Rumah Kue Ci’N telah mengepakkan sayap bisnisnya di beberapa titik strategis Kota Kupang:
- Lapak Pagi Oesapa: Berlokasi di samping Kantor Dinas Perhubungan baru (buka mulai pukul 07.00 WITA).
- Lapak Sore Oebufu: Berlokasi di belakang Hotel Papa Johns (buka mulai pukul 15.00 WITA).
- Kemitraan Ritel Modern: Resmi menjadi supplier jajanan pasar di Hypermart Bundaran PU dan Hypermart Lippo Plaza Kupang (tersedia mulai pukul 08.00 WITA).
Menutup perbincangan di Teras UMKM, Yenly menyampaikan harapannya agar Rumah Kue Ci’N kelak memiliki fasilitas dapur khusus mandiri yang lebih luas. Ia juga bermimpi usahanya dapat berkembang menjadi salah satu destinasi pusat oleh-oleh kuliner yang wajib dibeli oleh para wisatawan saat berkunjung ke Nusa Tenggara Timur.
Ia turut berpesan kepada generasi muda dan calon pelaku usaha di NTT agar berani mengambil langkah awal dalam dunia wirausaha.
"Jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman. Jangan selalu terpaku pada ijazah semata, tetapi harus berani melangkah karena sekarang adalah era ekonomi kreatif," ujar Yenly, mengakhiri. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....