UMKM Kupang Bertahan Hadapi Kenaikan Biaya Operasional akibat BBM
- 22 Jun 2026 17:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM mulai memberikan dampak terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang. Tidak hanya sektor transportasi dan distribusi yang terdampak, pelaku usaha kecil juga harus menghadapi meningkatnya biaya operasional dalam menjalankan usaha.
Bagi pelaku UMKM, kenaikan BBM menjadi tantangan baru karena berpengaruh terhadap berbagai kebutuhan usaha. Mulai dari biaya transportasi, pengadaan bahan baku, hingga biaya distribusi produk mengalami penyesuaian.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pelaku usaha harus mengambil langkah agar usaha tetap berjalan. Salah satunya dengan melakukan penghematan biaya operasional dan mempertahankan harga jual agar pelanggan tidak semakin terbebani.
Miko, salah satu pelaku UMKM di Kota Kupang, kepada RRI.CO.ID, Senin 22 Juni 2026 mengatakan, kenaikan biaya operasional membuat pelaku usaha harus lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Menurutnya, pelaku UMKM berada pada posisi yang cukup sulit karena harus menjaga keseimbangan antara biaya produksi yang meningkat dengan kemampuan masyarakat dalam membeli produk.
“Kami tetap berusaha mempertahankan harga supaya pelanggan tidak terlalu terbebani. Tapi memang biaya operasional sekarang semakin meningkat,” ucap Miko, saat di temui RRI.CO.ID, Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pelaku usaha kecil tidak bisa langsung menaikkan harga jual karena hal tersebut dapat berdampak pada jumlah pelanggan. Karena itu, berbagai strategi dilakukan agar usaha tetap berjalan, salah satunya dengan menekan pengeluaran yang tidak terlalu penting.
Selain itu, pelaku UMKM juga harus menyesuaikan aktivitas usaha dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Menurutnya, daya beli masyarakat menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pelaku usaha dalam menentukan kebijakan harga.
“Kami harus pintar mengatur agar usaha tetap berjalan. Karena kalau harga dinaikkan terlalu tinggi, pelanggan juga bisa berkurang,” ucapnya.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku UMKM berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah. Dukungan tersebut dinilai penting agar usaha kecil tetap mampu bertahan menghadapi perubahan biaya operasional.
“Kami berharap pemerintah tetap memperhatikan UMKM, karena kondisi seperti ini cukup berpengaruh terhadap usaha kecil. Pelaku usaha butuh dukungan supaya tetap bisa bertahan,” ujarnya.
Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika usaha kecil mampu bertahan, maka aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat juga tetap berjalan. Kenaikan harga BBM menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha kecil di Kota Kupang.
Namun, dengan berbagai upaya penyesuaian, para pelaku UMKM tetap berusaha mempertahankan usaha mereka agar tetap berjalan di tengah meningkatnya biaya operasional. Mereka berharap kondisi ekonomi dapat segera stabil dan kebijakan yang diberikan pemerintah mampu membantu menjaga keberlangsungan usaha kecil di daerah. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....