Warga Kupang Serbu GPM jelang Iduladha, Harga Lebih Rendah dari Pasar

  • 27 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Masjid Nurul Iman, Oebobo, Selasa 26 Mei 2026 mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar. Sejak pagi, warga berdatangan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha. Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Fransiska Diah Iswandari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah mendekatkan akses pangan murah kepada masyarakat.

“GPM ini kita selenggarakan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Apalagi menjelang Iduladha, masyarakat membutuhkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Menurut Fransiska, pihaknya bekerja sama langsung dengan distributor, Bulog, RNI, petani lokal, hingga pelaku UMKM agar harga yang ditawarkan dapat lebih murah karena memangkas rantai distribusi. Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, mulai dari telur, bawang merah, bawang putih, cabai, wortel hingga jeruk.

“Barang yang kita hadirkan diupayakan langsung dari distributor ke masyarakat sehingga harganya lebih terjangkau,” kata Fransiska menjelaskan.

Salah seorang warga, Mama Rosa, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut harga telur di lokasi GPM jauh lebih murah dibandingkan di pasar tradisional.

“Kami senang datang belanja di sini karena lebih murah,” katanya. Mama Rosa berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar masyarakat kecil semakin terbantu menghadapi kenaikan harga pangan.

“Kalau sering ada pasar murah seperti ini, pasti kami datang belanja,” kata Mama Rosa. Tak hanya masyarakat, para pelaku UMKM juga merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Daud Benu, pelaku UMKM Sahanaya asal Belo, mengaku senang bisa terlibat dalam Gerakan Pangan Murah. “Kami sebagai pelaku UMKM sangat senang karena kegiatan ini membantu masyarakat mendapatkan harga murah sekaligus membantu kami mendapatkan penghasilan,” ujarnya.

Ia mengatakan produk yang dijualnya, seperti bawang merah dan bawang putih, dipasarkan dengan harga Rp35 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga pasar. Gerakan Pangan Murah ini digelar selama satu hari dan akan terus berpindah ke beberapa lokasi lain di Kota Kupang agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....