Gubernur Melki Resmikan NTT Mart by Dekranasda TTS

  • 03 Des 2025 18:56 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Desa Kesetnana, Mollo Utara, Selasa (2/12/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati TTS Eduard Markus Lioe, Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, Wakil Ketua DPRD TTS, Ketua Dekranasda TTS, unsur Forkompimda TTS, Sekda TTS, Kadis Perindag NTT, Soni Libing, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten TTS, serta pelaku UMKM dan IKM.

Kedatangan Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama rombongan disambut dengan sapaan adat Natoni oleh para tetua adat dan penari dari SMK Negeri 2 Soe. Mengawali sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan paparan panjang mengenai kondisi perdagangan NTT, strategi kemandirian ekonomi, hingga langkah konkrit percepatan pemasaran produk UMKM.

Gubernur Melki menyinggung sejarah pemikiran ekonomi nasional dari Trisakti Bung Karno, gerakan “Aku Cinta Indonesia” era Orde Baru, hingga arahan Presiden Prabowo Subianto tentang kebanggaan menggunakan produk lokal. Menurutnya, kesadaran konsumsi produk dalam negeri harus dimulai dari daerah.

Melki kemudian mengungkap data Bank Indonesia bahwa NTT mengalami defisit perdagangan sangat besar. “Barang yang keluar dari NTT hanya sekitar Rp.8 triliun. Barang yang masuk mencapai Rp.59 triliun. Artinya, kita defisit Rp.51 triliun, dan ini lebih besar dari APBD Provinsi NTT," ucapnya.

Ia mencontohkan pembelian pinang dari luar daerah yang mencapai Rp1 triliun per tahun. “Saya ketemu Gubernur Jambi. Dia bilang, ‘Terima kasih orang NTT, saya kaya karena pinang yang kalian beli.’ Padahal kita bisa tanam pinang sendiri,” ujarnya.

Melki menegaskan bahwa, NTT Mart merupakan jawaban atas keluhan UMKM tentang minimnya pasar, bukan minimnya produksi. Ia menyebut NTT Mart berfungsi untuk menjadi pusat pemasaran One Village One Product (OVOP), menyerap produk UMKM dari desa dan kelurahan, menampilkan etalase kuliner, kerajinan, tenun, kriya, dan fashion, yang dikembangkan menjadi platform digital seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada versi NTT.

Ia menerangkan NTT Mart adalah gerakan awal untuk membangun kepercayaan diri pelaku UMKM. Melki meminta Dekranasda, PKK, perangkat desa, dan seluruh pelaku UMKM memastikan ketersediaan produk terus berlanjut.

“Produksi di desa–kelurahan tidak boleh terputus. Barang harus tetap ada, dan kualitas harus konsisten,” kata Melki.

Menurutnya, produk yang harus masuk ke NTT Mart meliputi kuliner, minuman, kerajinan, fashion, kriya, hingga berbagai jenis olahan rumah tangga. Melki menjelaskan, sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang membina 17 provinsi Indonesia Timur, Ia memanfaatkan jaringan tersebut untuk menyiapkan pasar bagi produk NTT di luar daerah.

Ia juga meminta akademisi dan antropolog meneliti hubungan budaya Timor–Papua yang dianggapnya sangat kuat. Melki menegaskan masyarakat harus meninggalkan pola penjualan bahan mentah dan beralih ke produk olahan bernilai tambah tinggi.

“Jantung pisang yang dijual Rp5.000 bisa diolah jadi keripik Rp25.000. Nilai tambahnya sampai 50 kali lipat. Kita harus bekerja lebih cerdas,” ujarnya.

Ia menilai banyak keluarga menjadi miskin bukan karena tidak punya uang, melainkan karena salah mengelola uang.Ia mengajak para para Pendeta, Pastor, Ustaz, dan pendamping desa untuk membantu mengedukasi cara menggunakan uang yang benar, agar bisa menggunakan uang tersebut secara produktif. Melki juga mengungkapkan hasil pertemuan tiga Gubernur NTT–NTB–Bali bahwa total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk NTT mencapai Rp.2,2 triliun dengan lebih dari 300 ribu penerima.

Gubernur Melki juga menegaskan bahwa hampir separuh APBD Provinsi ada di sektor pendidikan, sekitar Rp2,7 triliun. Ia meminta kepada SMA/SMK harus memiliki produk sendiri, One School One Product (OSOP).

Selain itu juga komunitas yang memiliki minat diperkenankan untuk membuat Community Product. APBD sektor pendidikan dikatakan Melkiades, harus menopang kegiatan produktif, bukan sekadar administrasi.

Salah satu instruksi paling konkret Melki adalah kewajibkan seluruh ASN TTS untuk mendukung keberlanjutan NTT Mart. Ia meminta aturan ini dipatuhi dan diterapkan secara konsisten.

Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Demokratik Timor Leste dijadwalkan akan merayakan ulang tahunnya di TTS pada 26 Desember. Sehingga Ia menjak jajarannya bersama Pemkab TTS untuk memaksimalkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan berbagai produk-produk UMKM lokal.

“Semua produk unggulan TTS harus disiapkan. Dekranasda harus siapkan paket oleh-oleh Rp.100 ribu, Rp.200 ribu, dan seterusnya. Semua tamu nasional dan internasional harus diarahkan belanja di NTT Mart,” ujarnya.

Menutup arahannya, Gubernur menegaskan bahwa NTT Mart harus menjadi fondasi baru bagi pembangunan ekonomi daerah. Ia menjabarkan NTT Mart adalah langkah awal menggerakkan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri.

Seluruh perangkat pemerintah, desa, perbankkan, UMKM, dan masyarakat harus menjaga produksi UMKM agar NTT Mart benar-benar menjadi pusat kebangkitan ekonomi TTS dan NTT. Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi atas peluncuran NTT Mart yang dikerjakan secara gotong royong.

“Gedung ini dimake-up hanya tiga hari. Malam tadi masih ada mama-mama IKM dekorasi lokasi. Hari ini kita lihat hasilnya,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa NTT Mart menjadi sarana pemasaran terintegrasi bagi 1.042 pelaku UMKM/IKM binaan di TTS. Menurutnya, NTT Mart bukan sekadar toko melainkan pusat pemasaran yang menghubungkan produsen, pengrajin, petani, dan nelayan.

Kadis Perindag NTT, Soni Libing melaporkan bahwa TTS merupakan daerah kesekian yang meluncurkan NTT Mart.

“Setelah kota Kupang, Belu, sekarang TTS. Target kita, 22 kabupaten/kota semuanya memiliki NTT Mart,” kata Soni.

Ia menyebut 947 produk UMKM telah dipasarkan di NTT Mart TTS, mulai dari tenun ikat, anyaman, kuliner, hingga jahe merah. “Dengan NTT Mart, mama-mama penghasil kopi, sambal, sirop, tenun, dan aneka kuliner punya pasar pasti. Pemerintah siapkan pasarnya, masyarakat tinggal produksi," tuturnya.

Soni memastikan pasokan dilakukan harian dan Pemprov NTT menyiapkan anggaran khusus pembelian produk lokal. Penjualan online juga sedang disiapkan.

Acara diakhiri dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda NTT Mart By Dekranasda Kabupaten TTS resmi beroperasi, disertai peninjauan langsung gerai dan produk-produk oleh Gubernur beserta tamu undangan lainnya. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....