Christian Widodo: Digitalisasi Pasar Ubah Tata Kelola

  • 17 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan digitalisasi pengelolaan pasar harus menjadi momentum untuk mengubah cara Pemerintah Kota Kupang mengelola ekonomi kerakyatan dan pelayanan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Christian dalam kegiatan penandatanganan kerja sama Pemerintah Kota Kupang dan Bank Mandiri Taspen, termasuk kerja sama digitalisasi retribusi dan transaksi pedagang bersama Perumda Pasar Kota Kupang, Selasa, 15 September 2026.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tandatangani kerjasama dengan TASPEN MANDIRI, Selasa, 15 September 2026 (Foto: RRI/Alfred)

Christian mengatakan, pemerintah tidak dapat membangun ekonomi masyarakat secara sendiri. Pemerintah memiliki kebijakan, perbankan menghadirkan teknologi, Perumda Pasar mengelola ekosistem pasar, sementara pedagang menjadi pelaku utama aktivitas ekonomi.

Karena itu, menurutnya, kolaborasi menjadi kebutuhan dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

“Pemkot harus adaptif, kolaboratif, dan transformatif. Kita tidak bisa lagi pakai cara-cara konvensional, tidak bisa lagi pakai cara-cara manual,” ujar Christian.

Ia menilai digitalisasi tidak boleh berhenti pada penerapan sistem pembayaran, aplikasi, atau QRIS. Teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap kemudahan pelayanan dan pengelolaan ekonomi masyarakat.

“Teknologi ini hanyalah alat. Tujuan akhirnya harus manusia. Jangan sampai teknologi ini menyebabkan ada yang tertinggal,” katanya.

Christian juga meminta agar penerapan sistem digital disertai sosialisasi dan pendampingan yang memadai kepada para pedagang. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh pelaku pasar mampu mengikuti perubahan sistem transaksi.

Menurut Christian, digitalisasi harus bermuara pada pelayanan yang lebih cepat dan mudah bagi pedagang, sekaligus mendukung pengelolaan penerimaan daerah secara lebih baik.

“Dia harus berujung sampai pada mempermudah manusianya, membuat para pedagang itu merasa terlayani dengan cepat, membuat kebocoran PAD itu hilang,” ujarnya.

Christian menyebut transformasi digital tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Kupang. Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kupang baru menerima penghargaan sebagai daerah terbaik dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Lebih jauh, Christian menekankan bahwa penandatanganan kerja sama bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, langkah tersebut merupakan awal dari perubahan cara berpikir dalam mengelola pasar dan ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya dapat mendorong perubahan tata kelola pemerintahan.

“Komitmen yang kita bangun hari ini harus kita ikuti dengan konsistensi yang sama hingga akhir,” ujar Christian.

Ia mengingatkan, komitmen diperlukan untuk memulai sebuah pekerjaan, tetapi konsistensi menjadi faktor penting untuk memastikan kerja sama dan transformasi tersebut berjalan hingga mencapai tujuan.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, digitalisasi pasar tidak hanya menyangkut perubahan metode transaksi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan masyarakat yang menjadi penerima manfaat utama. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....