Perencanaan Keuangan Tekan Beban Generasi Sandwich

  • 14 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka (UT) Wise R. Silalahi menilai, perencanaan keuangan sejak usia produktif penting untuk menekan beban generasi sandwich dalam keluarga. Pengelolaan pendapatan, tabungan, kesehatan, dan dana pensiun yang baik dapat membuat seseorang tetap mandiri secara finansial ketika memasuki usia lanjut.

“Tanggungan seseorang dapat berasal dari anak sebagai generasi di bawah dan orang tua sebagai generasi di atas, sehingga kita berada di tengah dan menjadi generasi sandwich. Kondisi ini membuat kebutuhan seseorang menjadi lebih besar karena harus memenuhi kebutuhan diri sendiri sekaligus generasi di atas dan di bawahnya,” ujar Wise.

Menurut Wise, generasi sandwich menggambarkan kondisi ketika seseorang secara bersamaan menanggung kebutuhan tiga lapisan generasi. Lapisan tersebut terdiri atas orang tua sebagai generasi di atas, diri sendiri sebagai generasi tengah, dan anak sebagai generasi di bawah.

Kondisi tersebut, kata dia, bukan persoalan yang hanya muncul pada generasi saat ini karena dapat berlangsung secara berulang dalam sebuah keluarga. Orang tua yang kini menjadi tanggungan anak, pada masa produktifnya juga dapat pernah menanggung orang tua mereka sekaligus memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

“Kalau kita punya penghasilan yang cukup, mampu menyusun anggaran dengan baik, serta memiliki perencanaan masa depan dan pensiun yang baik, kita dapat mengurangi beban generasi sandwich. Kita juga perlu menjaga kesehatan dan secara berkala menabung sehingga memiliki kondisi keuangan yang cukup ketika memasuki masa pensiun,” kata Wise.

Ia menegaskan, persiapan menghadapi masa tua tidak cukup hanya dengan meningkatkan pendapatan, tetapi juga harus diikuti pengelolaan keuangan yang disiplin. Menabung secara berkala, menyiapkan dana pensiun, mengatur pengeluaran, dan menjaga kesehatan menjadi bagian penting agar kebutuhan masa tua dapat dipenuhi secara mandiri.

Dengan kondisi finansial yang sehat, seseorang tidak harus menjadi beban ekonomi bagi anak ketika memasuki masa pensiun. Dukungan dari anak pada masa tersebut lebih mungkin berupa waktu dan tenaga untuk mendampingi orang tua, terutama ketika menghadapi persoalan kesehatan.

“Kalau keuangan kita memadai, kita tidak menjadi beban keuangan bagi anak. Yang ada mungkin bukan beban keuangan, tetapi beban fisik, waktu, dan tenaga untuk mengurusi kita ketika sakit atau sudah tua,” ujar Wise R. Silalahi. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....