Kanwil DJPb NTT Percepat Penyaluran TKD melalui Koordinasi Intensif Daerah

  • 25 Jul 2026 15:13 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kanwil DJPb Provinsi NTT bersama KPPN lingkup NTT terus melakukan monitoring, asistensi, dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran TKD semakin tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat manfaat bagi masyarakat. Dari sisi APBD, realisasi pendapatan daerah konsolidasi seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota lingkup NTT sampai dengan Juni 2026 mencapai Rp10.115,56 miliar atau 37,11 persen dari target, tumbuh 32,28 persen y- on-y.

Realisasi belanja daerah mencapai Rp8.504,46 miliar atau 30,70 persen dari pagu, tumbuh 22,46 persen y-on-y, sehingga APBD konsolidasi lingkup NTT mencatat surplus Rp1.611,10 miliar dan SiLPA sebesar Rp2.231,63 miliar. Realisasi Pendapatan Transfer menjadi penyumbang pendapatan terbesar dalam pendapatan daerah konsolidasi lingkup NTT tahun 2026 dengan porsi 87,86 persen, sehingga peran APBN tetap sangat penting dalam menjaga kapasitas fiskal dan kesinambungan layanan publik di NTT.

APBN juga terus menjalankan fungsi perlindungan sosial. Sampai dengan 30 Juni 2026, total realisasi penyaluran bantuan sosial di NTT mencapai Rp1.397,40 miliar.

Realisasi tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan sebesar Rp680,42 miliar, Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp425,53 miliar, dan Bantuan Sosial Tunai sebesar Rp291,45 miliar. Secara kumulatif sampai dengan Juni 2026, jumlah penerima BPNT mencapai 709.215 penerima, PKH 837.030 penerima, dan BST 485.751 penerima.

Dukungan ini menjadi bantalan penting bagi masyarakat rentan sekaligus menjaga daya beli rumah tangga. Dukungan APBN terhadap pelaku usaha juga semakin kuat melalui penyaluran pembiayaan program. Sampai dengan 30 Juni 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat di NTT mencapai Rp1.714,47 miliar kepada 33,460 debitur, meningkat 25,68 persen y-on-y.

Penyaluran terbesar berada di Kota Kupang sebesar Rp207,95 miliar, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi dengan nilai Rp816,35 miliar atau 47,62 persen, disusul sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp354,92 miliar atau 20,70 persen. Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp1.416,70 miliar kepada 31.069 debitur.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro juga mencatat kinerja positif. Sampai dengan 30 Juni 2026, penyaluran UMi mencapai Rp184,36 miliar kepada 33.054 debitur, meningkat 11,44 persen y-on-y.

PT Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp152,96 miliar kepada 27.872 debitur. Menurut wilayah, penyaluran terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebesar Rp18,50 miliar kepada 3.248 debitur, sedangkan secara sektoral penyaluran UMi didominasi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp164,43 miliar atau 89,20 persen.

Secara keseluruhan, kinerja APBN Regional NTT sampai dengan Juni 2026 menunjukkan bahwa APBN terus bekerja untuk masyarakat. Pendapatan negara tumbuh positif, belanja negara meningkat, TKD memperkuat kapasitas fiskal daerah, bantuan sosial menjaga daya beli masyarakat, serta KUR dan UMi mendukung pembiayaan usaha rakyat.

Ke depan, Kanwil DJPb Provinsi NTT akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, satuan kerja kementerian/lembaga, lembaga penyalur, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan APBN semakin berkualitas, responsif, dan manfaatnya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. (rls/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....