DJPb NTT: Inflasi Nasional dan Regional Relatif Stabil

  • 23 Okt 2025 11:14 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan bahwa kondisi perekonomian nasional dan regional hingga saat ini masih relatif stabil. Demikianlah hal tersebut yang disampaikan Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan, kepada sejumlah awak media di Kota Kupang, Selasa (21/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil Adi Setiawan menyampaikan bahwa berdasarkan data triwulan II tahun 2025 pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,12% secara year on year. Ia mengatakan pertumbuhan ini telah didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

Oleh karena itu, pada September 2025 inflasi yang terkendali ini berada di 2,65% (yoy), dan 0,21 (mtm), sementara untuk nilai tukar rupiah relatif masih stabil di Rp16.346 per dollar. Tak hanya itu saja, Kakanwil Adi juga menerangkan terkait surplus neraca perdagangan masih berlanjut hingga memasuki bulan ke-64 yang tercatat USD3,2 miliar sampai dengan September 2025.

Ia mengatakan, harga minyak mentah Indonesia USD69,01/ barel. Dinamika harga minyak dipengaruhi faktor geopolitik dan respons kebijakan OPEC+. Selain itu, Adi juga merincikan bahwa pendapatan negara mencapai Rp1.863,3 triliun (65,0% dari outlook) dan untuk belanja negara mencapai Rp2.234,8 triliun (63,4% dari outlook).

Melihat kondisi perekonomian nasional yang terjadi maka perkembangan perekonomian regional pada triwulan II tahun 2025, NTT tumbuh 5,44% (yoy). Belanja pemerintah masih terus menjadi penjaga untuk pertumbuhan ekonomi NTT.

Adi Setiawan menjelaskan, Inflasi September 2025 sebesar 2,30% (yoy) dan deflasi 0,43% (mtm). "Jadi data inflasi sudah berada 2,30 dan di kita, di NTT itu justru deflasi 0,43 persen. Nanti kita lihat secara nasional itu inflasinya naiknya 0,26 tapi kita deflasi 0,43 ya artinya relatif stabil, karena setiap minggu juga kita menerima laporan dari TPID NTT, "kata Adi Setiawan.

Di samping itu Adi juga menuturkan, neraca perdagangan sampai dengan September 2025 surplus USD27,04 Juta (naik USD 28,98 juta YoY). Pada bulan September, Neraca Perdagangan tercatat sebesar surplus USD 0,37 Juta Ekspor sampai dengan September 2025 tercatat USD43,47 Juta (naik 1,13% YoY). Sedangkan untuk September ekspor tercatat sebesar USD2,92 Juta dan impor sampai September 2025 tercatat USD16,42 Juta (turun 63,44%YoY).Pada bulan September, Impor tercatat sebesar USD2,55 Juta.

"catatan yang penting bahwa neraca perdagangan kita di NTT kalau nasional itu surplus, ini juga di tingkat regional kita surplus 27,04 juta dolar naik, yang USD adalah 28,98 juta dolar year on year. Untuk September, rancang perdagangan, tercatat surplus USD 0,37, ekspor sampai dengan September 2025, tercatat naik 1,13 persen year on year atau mencapai nilai 43,47 juta dolar, "ucapnya.

Lebih lanjut kakanwil Adi, mengajak kepada para seluruh Pemangku Kepentingan atau semua elemen terkait untuk bersama-sama berusaha dengan segala daya, upaya, atau kemampuan yang ada untuk memberikan sumbangsih terbaik terhadap pembangunan NTT. Ia juga meminta kepada para awak media yang hadir untuk memberikan pemberitaan yang positif, agar dapat memacu optimisme semua pihak untuk bisa terus lebih baik terutama dari sisi ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.

"Jadi optimisme untuk membangun daerah itu perlu diutamakan dari segala unsur agar bisa membangun investasi, memajukan penyumbang ekonomi dari segala aspek dan segala lapisan masyarakat atas daya upaya yang sudah disediakan pemerintah itu bisa berdampak bagi kehidupan masyarakat,"tuturnya. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....