Belanja Daerah Dinilai Lambat, Pemerintah Minta Percepatan

  • 23 Sep 2025 13:40 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Wakil Menteri Keuangan I, Suahasil Nazara menyoroti realisasi belanja pemerintah daerah yang masih melambat. Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers APBN Kita di kanal Youtube Kementrian Keuangan, Senin (22/9/2025).

Suahasil menyebut, transfer ke daerah mencapai Rp571,5 triliun hingga 31 Agustus 2025. Angka itu setara 62,1 persen dari pagu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2025.

Namun, ia mengingatkan realisasi belanja daerah berjalan lebih lambat dibanding penyaluran transfer. Kondisi ini dinilai menghambat penyaluran manfaat program pembangunan kepada masyarakat.

“Hingga 31 Agustus, transfer ke daerah Rp571,5 triliun atau 62,1 persen dari pagu. Namun realisasi belanja daerah relatif lambat sehingga pemerintah meminta percepatan agar manfaat program dirasakan masyarakat,” ujar Suahasil Nazara.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan belanja daerah justru mengalami kontraksi 14,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Belanja pegawai turun 1,5 persen, barang dan jasa turun 10,6 persen.

Sementara itu, belanja modal tercatat turun 32,6 persen pada akhir Agustus 2025. Belanja lain-lain juga terkontraksi 30,7 persen dibanding capaian tahun sebelumnya.

Pemerintah berharap pemerintah daerah segera mempercepat realisasi belanja publik di semester kedua 2025. Langkah itu diperlukan agar program pembangunan dan perlindungan sosial lebih cepat menjangkau masyarakat luas. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....