Tiga Rencana Bisnis PT Flobamor Tahun 2026 dan PR Masa Lalu
- 14 Agt 2026 12:57 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Setelah sempat mati suri, PT Flobamor (Perseroda) resmi beroperasi kembali. Perhotelan, Perkapalan, dan Pengembangan NTT Mart merupakan tiga fokus utama bisnis PT Flobamor di tahun 2026.
Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor (Perseroda), Maxi Julians Rihi Dara kepada Wartawan di Kantor PT Flobamor, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 13 Agustus 2026 menyampaikan, tiga rencana bisnis Flobamor ini sesuai dengan persetujuan Pemerintah dan DPRD Provinsi NTT dari 8 (delapan) rencana bisnis yang diajukan Direksi PT Flobamor (Perseroda). "Dalam sisa waktu tahun 2026 direksi PT Flobamor (Perseroda) akan fokus pada tiga lini usaha ini,” kata Maxi Julians Rihi Dara.
“Kami ingin memastikan agar lewat rencana bisnis berbasis aset yang ada. Dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami ingin memastikan agar dengan ruang waktu sedikit ini, kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit," ujar, Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor (Perseroda).
Tata Ulang Hotel Sasando
Pengembangan perhotelan dan pariwisata melalui tata ulang Hotel Sasando merupakan target pertama PT.Flobamor (Perseroda). Sejak 27 Juli 2926 PT Flobamor (Perseroda) resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sasando. Sebelumnya pengelolaan Hotel Sasando diserahkan kepada anak perusahaan, PT Flobamorata Bangkit Internasional.
Saat ini tim transisi sedang bekerja memastikan akuntabilitas Hotel Sasando dalam proses penyerahan kali ini. "Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif," ujar Yose Rizal Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor (Perseroda).
Saat ini tim transisi sedang mendata ulang seluruh fasilitas yang ada dan memastikan agar dapat beroperasi dengan kualitas baik. Dalam proses ini seluruh karyawan Hotel Sasando diajak berdialog dengan intens untuk mendengarkan masukan serta harapan mereka.
Hotel Sasando adalah hotel tertua milik pemerintah Provinsi NTT. Hotel ini pernah mengalami masa jaya di tahun 1980-an dan 1990an sebelum hotel-hotel berbintang lain muncul di Kota Kupang.
Dengan tambahan biaya perawatan melalui penyertaan modal melalui APBD Provinsi NTT, Hotel Sasando diharapkan dapat menjadi salah satu lokomotif baru penyumbang PAD dari PT Flobamor (Perseroda) setelah selama 6 tahun absen berkontribusi.

Hidupkan kembali perkapalan
Sektor kedua yang menjadi lini bisnis PT Flobamor (Perseroda) adalah sektor perkapalan. Setelah gagal dengan manajemen buruk di periode sebelumnya dan mengakibatkan dua kapal
Ferry KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu terdampar, direksi PT Flobamor (Perseroda) bertekad untuk tetap menghidupkan lini usaha perkapalan melalui pengoperasian KMP Sasando. KMP Sando, kapal berkapasitas 76 orang ini akan melayari rute pendek Kupang-Semau 8 kali sehari, dan memastikan ruang hidup dua kecamatan di Kabupaten Kupang ini dapat berdenyut dengan baik.
Niat baik untuk didukung oleh seluruh kepala desa dan dua camat yang bertugasi di Pulau Semau. Niat baik ini didukung oleh Pemda Kabupaten Kupang, baik oleh Bupati Kupang maupun Wakil Bupati Kupang.
Bupati Kupang, Yos Lede berniat mendukung menyedikan pelabuhan yang layak, sedang Wakil Bupati Kupang mendukung dengan pengembangan pariwisata Pulau Semau. Ekosistem usaha Pulau Semau diharapkan dapat berkembang seiring dengan semakin terbukanya jalur transportasi laut.
KMP Sasando dapat memuat puluhan motor mapun dua mobil dalam sekali angkut. Dengan cara ini diharapkan para pelajar maupun pegawai yang berdiam di Pulau Semau dapat terbantu.
"Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor (Perseroda) bertekad untuk memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital, agar mencegah kebocoran," ujar Frans Bata, Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor (Perseroda).

NTT Mart dan Optimalisasi Bisnis UMKM
Pengembangan NTT Mart juga akan menjadi salah satu bisnis utama PT Flobamor (Perseroda). Tiga NTT Mart baru akan hadir di Kota Kupang dalam Bulan September 2026.
"Kami ingin memastikan agar fokus program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT, dapat diwujudkan secara maksimal. Untuk itu kami melakukan kurasi produk berbagal UMKM dalam dua bulan terakhir, dengan cara ini produk UMKM diharapkan tidak dipandang sebelah mata, tetapi mampu menunjukan daya saing," ujar Leonardo A.R. Waleng, Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor (Perseroda).
Tiga NTT Mart itu akan beroperasi di Jalan Basuki Rahmat yang terletak di kawasan Kantor Gubernur lama, NTT Mart Perikanan yang terletak di Pelabuhan Perikanan, dan NTT Mart yang berlokasi di dalam kompleks Kantor Gubernur NTT. Saat ini NTT Mart di Kota Kupang yang terletak di depan Kantor Pos, di Jalan Palapa, merupakan satu-satunya NTT Mart yang dikelola oleh Disperindag Provinsi NTT.
Untuk mendukung produk makanan dari UMKM di NTT, PT Flobamor (Perseroda) juga akan mengembangkan Food Lab (Food Laboratory) untuk menjaga kualitas dan halal. Hal ini merupakan kerjasama PT.Flobamor dengan Uma Kanaru Institute.
"Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia," ujar Angge Kandidatus, Manager UMKM PT Flobamor (Perseroda).

Tata Ulang Manajemen PT.Flobamor (Perseroda)
Dengan komposisi satu direktur utama dan empat direktur, PT Flobamor Perseroda memastikan agar stigma negatif BUMD sebagai badan usaha yang terus merugi akan berubah wataknya menjadi lokomotif kejahteraan Nusa Tenggara Timur. Perubahan struktur ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 20 Januari 2026 untuk merampingkan 6 anak perusahaan dan melakukan audit menyeluruh kepada seluruh 6 anak perusahaan.
Di masa lalu pendirian anak perusahaan tidak didahului dengan feasibility study yang memadai, dan juga tidak didukung dengan tata kelola korporasi yang kuat. Ini membuat modal perusahaan induk terbuang, utang membengkak, dan membuat PT Flobamor mati suri.
Hal ini membuat PT Flobamor (Perseroda) membuka pintu pada kalangan akademisi kampus, dan lembaga riset. "Beberapa rencana bisnis sedang kami buka bersama para peneliti, ini terkait pembuatan pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan, hingga kemungkinan pembuatan galangan kapal, kami berharap dengan pengetahuan yang memadai, proses industrialisasi di NTT bisa kita jalankan di masa depan," ujar Dominggus Elcid Li, Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda).
Para peneliti maupun pelaku di NTT memang berharap rencana bisnis terkait pengembangan industri di NTT tidak hanya menjadi rencana akan, tetapi bisa diwujudkan. "Kami berharap lewat direksi yang baru ini, nasib PT.Flobamor dan para karyawan juga bisa jadi lebih baik," kata Hendrik Tamonob, salah seorang petugas kemanan, karyawan PT Flobamor (Perseroda).

PR Masa lalu: Korupsi dan Masalah ABK
Terkait masalah eks ABK (Anak Buah Kapal) dari KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu yang masih menunggu hak mereka. Manajemen PT Flobamor (Perseroda) yang diwakili oleh James Faot mengungkapkan bahwa dialog intensif telah dilakukan dengan pihak ABK maupun serikat pekerja terkait dalam beberapa pertemuan.
Berdasarkan Perda No. 14 tahun 2025 disebutkan bahwa rencana penyertaan modal yang bersumber dari APBD Provinsi NTT seluruhnya tidak diperkenankan untuk membayar utang. Untuk itu direksi PT.Flobamor (Perseroda) akan membayar kewajiban kepada pada para ABK secara bertahap.
"Untuk itu mulai tahun ini kami tidak punya pilihan, Flobamor harus untung agar bisa membayar utang kepada para ABK," ujar Dominggus Elcid Li, Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda). "Selain itu kami membuka pintu kepada para ABK untuk bergabung kembali dalam anak-anak usaha yang sedang dirintis, dan kami juga memberikan prioritas untuk anak-anak dari para ABK jika ingin melamar, sebagai komitmen kami dalam menjaga ruang penghidupan para ABK dalam masa sulit," kata Elcid Li menegaskan. (rls/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....