Melihat Peluang Emas Hidroponik di NTT Bersama Evolusi Hidroponik Kupang
- 02 Agt 2026 14:10 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kebutuhan akan sayuran segar di Kota Kupang terus meningkat seiring bertumbuhnya sektor usaha kuliner dan tingginya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Namun, tantangan berupa keterbatasan lahan subur serta pasokan sayur musiman masih sering memicu kelangkaan di waktu-waktu tertentu.
Melihat kondisi tersebut, bisnis pertanian berbasis teknologi hidroponik kini menjelma menjadi peluang usaha yang sangat potensial di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dipaparkan oleh Robinhood Geraldo Juniver Siahaan, S.P., pemilik Evolusi Hidroponik, dalam Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang pada Selasa, 28 Juli 2026.
Robinhood menceritakan, keberaniannya merintis usaha Evolusi Hidroponik pada era pandemi COVID-19 berawal dari kegelisahannya melihat pola ketersediaan pangan di Kota Kupang.
Sebagai seorang alumni Sarjana Pertanian IPB University, ia mendapati bahwa pasokan sayur di Kupang tidak tersedia secara konsisten sepanjang tahun. Sayuran biasanya melimpah hanya pada pertengahan tahun (Mei–Juli), sementara mendekati akhir hingga awal tahun pasokan menipis akibat tingginya intensitas hujan yang membuat petani konvensional beralih menanam padi atau jagung.
"Di Kota Kupang, kalau kita mau pakai cara konvensional kan butuh lahan yang luas dan subur, sementara di area perkotaan itu susah dicari. Karena itu saya memilih sistem hidroponik untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan sayuran segar berkualitas," ujar Robinhood
Bagi masyarakat yang belum familiar, Robinhood menjelaskan bahwa hidroponik berasal dari kata hidro (air) dan ponos (teknik budidaya). Singkatnya, hidroponik adalah teknik budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media utama pengganti tanah.
Perbedaan mendasar antara sistem konvensional dan hidroponik terletak pada efisiensi serta kontrolnya:
- Penggunaan Air dan Ruang: Air nutrisi disirkulasikan secara tertutup sehingga jauh lebih hemat air dibanding penyiraman tanah.
- Pengaturan Iklim Mikro: Petani dapat mengatur pola tanam dan nutrisi secara presisi, membuat proses pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat, efisien, dan bersih
Menurut Robinhood, peluang usaha hidroponik di Nusa Tenggara Timur masih sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis. Ada beberapa faktor utama yang mendasarinya:
- Pertumbuhan Industri Kuliner Lokal: Menjamurnya kafe, restoran, dan UMKM di Kota Kupang menciptakan kebutuhan pasokan sayuran segar yang rutin setiap hari
- Kepastian Pasokan (Kontinuitas): Restoran tidak bisa menunggu panen musiman. Dengan manajemen rotasi tanam hidroponik yang tepat, panen sayur dapat dilakukan setiap hari
- Anugerah Sinar Matahari NTT: NTT memiliki limpahan sinar matahari hingga 12 jam sehari (dari pagi hingga sore tanpa terhalang awan tebal). Pencahayaan alami ini sangat menguntungkan pertumbuhan tanaman hidroponik dan menghasilkan rasa sayur yang cenderung lebih manis.
"Peluang bisnis ini hanya akan mati kalau manusia sudah berhenti makan. Selama kebutuhan pangan terus ada, hidroponik di NTT adalah peluang yang sangat menjanjikan," pungkas Robinhood optimistis. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....