Inovasi PT. SAS: Lahan Berbatu Menjadi Kebun Anggur
- 28 Des 2025 16:28 WIB
- Kupang
KBRN, Sumba: PT Sentosa Anugerah Sejahtera atau PT SAS telah berhasil menciptakan sebuah inovasi pertanian yang sangat luar biasa dengan mengubah lahan gersang penuh bebatuan di Sumba Timur menjadi perkebunan anggur yang hijau dan sangat produktif. Kehadiran perusahaan ini di Kelurahan Watumbaka sejak tahun dua ribu empat belas menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mengembangkan potensi agrikultur di wilayah yang sebelumnya hanya digunakan sebagai tempat pengembalaan ternak.
Lahan yang dikelola ini memiliki karakteristik yang sangat unik karena lebih banyak mengandung batuan daripada tanah sehingga tim ahli harus bekerja ekstra keras untuk membongkar batuan tersebut selama bertahun-tahun. Proses transformasi ini tidaklah mudah karena batuan harus dipindahkan secara manual maupun menggunakan alat berat demi membentuk bedengan tanah yang ideal bagi pertumbuhan tanaman anggur yang berkualitas tinggi.
Teknologi irigasi tetes atau drip irrigation yang diadopsi dari negara Israel diterapkan untuk mengatasi kendala keterbatasan sumber air permukaan serta rendahnya curah hujan di wilayah Sumba Timur. Melalui sistem pompa sumur bor yang canggih air bawah tanah didistribusikan secara efisien melalui instalasi pipa ke setiap batang pohon anggur sehingga kebutuhan nutrisi tanaman selalu terpenuhi dengan sangat baik.

Produk Anggur PT. SAS yang di Display saat Acara Mozaik Indonesia di RRI Sumba. (Foto. Ans Netu/RRI)
Saat ini terdapat tiga varian utama anggur yang dikembangkan di lahan seluas enam hektar tersebut yakni anggur jenis Nin yang berwarna merah serta jenis Karolin dan juga Age yang memiliki warna hijau segar. Pemilihan varietas ini didasarkan pada hasil uji coba yang menunjukkan bahwa cuaca panas ekstrem di Sumba Timur justru membantu meningkatkan kadar kemanisan buah anggur secara signifikan dibandingkan dengan daerah lainnya.
Selain berfokus pada produksi skala besar PT SAS juga telah membuka kawasan perkebunannya sebagai destinasi agrowisata yang memungkinkan para pengunjung untuk merasakan sensasi memetik buah anggur langsung dari pohonnya. Antusiasme masyarakat sangatlah tinggi terbukti dengan jumlah kunjungan yang mencapai ribuan orang dalam waktu singkat saat musim panen tiba karena pengalaman wisata seperti ini masih tergolong sangat langka di Pulau Sumba.
Pengelolaan kebun ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal setempat sebagai tenaga kerja utama yang diberikan pelatihan khusus mengenai teknik perawatan tanaman serta sistem pemupukan menggunakan kompos organik dari kotoran ternak. Dengan adanya keterlibatan warga sekitar perusahaan berharap dapat meningkatkan keterampilan para petani daerah dalam menerapkan teknologi pertanian modern yang jauh lebih efektif dan juga efisien di masa depan.
Dengar Juga : Inovasi Sulap Lahan Berbatu di Sumba Jadi Kebun Anggur | 12 Desember 2025
Perusahaan ini tidak hanya memberikan kontribusi pada sektor ekonomi saja tetapi juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial seperti pemberian bantuan pendidikan berupa komputer serta pelayanan pengobatan gratis bagi warga. Pembangunan jalan usaha tani yang menghubungkan antar kampung juga menjadi salah satu bukti nyata bahwa kehadiran investasi ini membawa dampak positif bagi kemajuan infrastruktur desa di sekitar lokasi perusahaan.
Ke depannya PT SAS berencana untuk terus memperluas area tanam hingga mencapai ratusan hektar agar dapat memenuhi permintaan pasar lokal Sumba yang selama ini selalu mengalami kekurangan stok anggur. Inovasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Sumba untuk berani melakukan terobosan baru di bidang pertanian meskipun menghadapi kendala alam yang sulit seperti lahan berbatu dan juga iklim yang sangat panas. (AN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....