Dorong Potensi Daerah Targetkan Capaian Pertumbuhan Ekonomi

  • 29 Nov 2025 05:53 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dan ISEI Kota Kupang bersinergi menyelenggarakan kegiatan Flobamorata Business and Economic Forum 2025. Kegiatan yang diselenggarakan pertama kali di Provinsi NTT ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga stabilitas inflasi di Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso dalam sesi Leaders Insight di Aula El Tari, Senin (24/11/2025) mengatakan, capaian Provinsi NTT pada tahun 2025 telah berjalan dengan sangat baik. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang melebihi tahun-tahun sebelumnya serta stabilitas inflasi tetap terjaga dalam sasaran.

Namun, upaya untuk merumuskan langkah-langkah konkrit harus terus berjalan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT. Ia menjabarkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT dapat didorong melalui pemanfaatan berbagai komoditas unggulan di Provinsi NTT.

Provinsi NTT memiliki berbagai macam komoditas unggulan seperti, garam, rumput laut, daging sapi dan lainnya, yang dapat didorong untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memberikan Keynote Speech sekaligus membuka kegiatan Flobamorata Business and Economic Forum 2025 mengungkapkan upaya untuk memperkuat hilirisasi produk unggulan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi melalui program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP). Ia menyandarkan bahwa apabila nilai tambah produk sudah ditingkatkan melalui hilirisasi, maka tahap selanjutnya adalah melakukan peningkatan skala usaha dari produk-produk tersebut utamanya melalui pembiayaan.

Dikatakan Melkiades, pembiayaan dan investasi berperan penting meningkatkan kapasitas usaha di Provinsi NTT sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi. Pada kegiatan Flobamorata Business and Economic Forum 2025, dihadirkan narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Septian Hario Seto, yang menyampaikan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat iklim investasi di daerah melalui pemberian insentif dan penyederhanaan perizinan berinvestasi.

Alexander Lubis dari Departemen Kebijakan Makroprudensial menyampaikan kebijakan Bank Indonesia dalam mendukung pembiayaan oleh perbankan, salah satunya melalui pemberian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada sektor prioritas. Selanjutnya, Zaafri Ananto Husodo selaku akademisi menyampaikan upaya-upaya yang dapat dilaksanakan dalam optimalisasi pembiayaan kepada pelaku usaha khususnya UMKM untuk dapat meningkatkan skala usaha dalam mendukung perekonomian di daerah.

Kegiatan Flobamorata Business and Economic Forum 2025 ditutup dengan presentasi kajian yang telah disusun oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Kupang berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT. Kajian mengulas penguatan nilai tambah komoditas garam di Kabupaten Kupang, analisis pemanfaatan dan kesiapan infrastruktur pendukung Bendungan Temef, serta optimalisasi rantai pasok ayam pedaging di Kota Kupang. (al/rls)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....