DWP UPBU D.C. Saudale Rote Ndao Ajak Keluarga Peka Modus Narkoba
- 07 Okt 2026 09:16 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Dharma Wanita Persatuan UPBU D.C. Saudale Rote Ndao mengajak keluarga meningkatkan kewaspadaan terhadap modus baru penyalahgunaan narkoba melalui webinar sosialisasi kesehatan.
- Webinar dilaksanakan secara daring bersama DWP Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali-Nusra pada Selasa, 6 Oktober 2026.
- Tema webinar adalah 'Keluarga Tangguh, Peka Modusnya, Hangat Komunikasinya, Aman Masa Depannya' yang menekankan pentingnya komunikasi keluarga dan kesiapsiagaan.
RRI.CO.ID, Rote - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) D.C. Saudale Rote Ndao mengajak keluarga meningkatkan kewaspadaan terhadap modus baru penyalahgunaan narkoba. Pesan tersebut disampaikan dalam Webinar Sosialisasi Kesehatan bersama DWP Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali-Nusra, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut mengangkat tema “Keluarga Tangguh, Peka Modusnya, Hangat Komunikasinya, Aman Masa Depannya”.
Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Rote Ndao, Reyza Johannis, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Reyza memaparkan bahaya narkoba serta pentingnya keluarga menjadi benteng utama perlindungan anak.

Ketua DWP UPBU D.C. Saudale Rote Ndao, Ny. Margharette Yulius Kismono mengatakan, kewaspadaan keluarga perlu diperkuat mengikuti perkembangan modus penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut keluarga perlu memiliki pengetahuan mengenai berbagai bentuk penyusupan narkoba yang dapat menyasar anak.
“Bentuk-bentuk terkini penyusupan narkoba bukan seperti melalui vape, cemilan atau makanan, obat penenang, hingga manipulasi pergaulan,” kata Margharette.
Menurutnya, pengetahuan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun external awareness atau kewaspadaan terhadap ancaman dari luar. Margharette juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
Menurutnya, anak yang memiliki ruang komunikasi bersama keluarga akan lebih mudah menyampaikan persoalan yang dihadapinya. Ia berharap keluarga tidak hanya menjadi tempat perlindungan, tetapi juga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk ketahanan anak.
“Adanya sinergi peran anggota keluarga dalam menyelaraskan peran ayah sebagai pelindung, ibu sebagai penjamin kehangatan, dan anak sebagai benteng bagi dirinya sendiri,” ujarnya. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....