Bupati Paulus Henuk Paparkan Transformasi Kabupaten Rote Ndao di Bappenas

  • 01 Okt 2026 07:59 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Kabupaten Rote Ndao menjadi satu dari empat daerah penerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang dipilih untuk berbagi pengalaman transformasi pembangunan.
  • Forum Knowledge Sharing PPD 2026 diselenggarakan oleh Bappenas di Jakarta pada Rabu, 30 September 2026 untuk menukar pengalaman antar daerah penerima penghargaan.
  • Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menjadi narasumber dalam forum ini bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Bupati Kendal, dan Wali Kota Surabaya.

RRI.CO.ID, Rote - Kabupaten Rote Ndao berbagi pengalaman transformasi pembangunan dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Forum berlangsung di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Kabupaten Rote Ndao menjadi satu dari empat daerah penerima PPD yang mendapat kesempatan memaparkan pengalaman pembangunan daerah. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menjadi narasumber bersama Gubernur Jawa Barat, Bupati Kendal, dan Wali Kota Surabaya.

Bupati Paulus Henuk mengangkat materi “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif” dalam forum berbagi pengalaman tersebut. Ia memaparkan perjalanan Rote Ndao yang menyandang status daerah tertinggal sejak 2005 hingga terentaskan pada 2024.

Perjalanan tersebut berlangsung hampir dua dekade melalui pembangunan layanan dasar, sumber daya manusia, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat. Setelah terentaskan, pertumbuhan ekonomi Rote Ndao mencapai 7,96 persen pada 2025, dari 3,21 persen pada 2024.

Paulus menekankan, pertumbuhan ekonomi perlu diarahkan agar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. “Terentaskan dari daerah tertinggal bukan berarti seluruh persoalan pembangunan telah selesai,” kata Paulus.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., (paling kanan) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat duduk bersama sebagai narasumber dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan pertumbuhan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal. Pengembangan industri garam, pariwisata, pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi bagian dari arah pembangunan Rote Ndao.

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal, UMKM, serta pemasok daerah dalam aktivitas ekonomi tersebut. Sebagai daerah kepulauan, kabupaten Rote Ndao menghadapi tantangan biaya pelayanan dan keterbatasan konektivitas.

"Karena itu, dukungan pemerintah pusat dan daerah kita nilai penting untuk menjaga kemajuan serta memperluas pemerataan pembangunan," ungkap Bupati Paulus Henuk.

Dalam forum tersebut, pengalaman Rote Ndao menjadi bagian dari pembelajaran antardaerah mengenai keberlanjutan pembangunan setelah keluar dari status daerah tertinggal. Kesempatan tersebut melengkapi capaian Rote Ndao meraih PPD 2026 kategori Kabupaten Terentaskan Progresif.

Kabupaten Rote Ndao juga tercatat sebagai satu-satunya daerah dari Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menerima penghargaan tersebut. Melalui forum nasional ini, pengalaman pembangunan Rote Ndao diharapkan menjadi bahan pembelajaran sekaligus memperkuat komitmen menjaga pertumbuhan yang inklusif. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....