Dompet Dhuafa NTT Dorong Pemetaan Wilayah untuk Percepat Pemulihan Pascagempa

  • 06 Okt 2026 07:09 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Pemulihan wilayah terdampak gempa di Flores memerlukan pemetaan data yang akurat serta keterpaduan aksi antara pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga non-pemerintah (NGO). Efektivitas distribusi bantuan dan penataan sarana dasar menjadi fokus utama dalam fase pemulihan pasca-bencana saat ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Relawan Dompet Dhuafa NTT, Aji Suksin, dalam Obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Sabtu, 3 Oktober 2026. Menurutnya, tantangan terbesar pasca-gempa adalah memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan intervensi secara merata tanpa adanya penumpukan logistik.

"Harus ada sistem komunikasi dan kerja sama yang jelas antara pemerintah dan komunitas. Kita adakan pertemuan untuk memplotkan wilayah mana yang diintervensi, agar bantuan penuh dan barang-barang tidak menumpuk atau mubazir," katanya.

Selain pendataan, kondisi geografis serta krisis infrastruktur dasar di lapangan menjadi tantangan teknis yang harus dihadapi tim relawan.

"Tantangan di lapangan itu akses jalan yang jauh dan ekstrem. Seperti di SD Natupe, guru dan siswa setiap hari harus menyeberangi sungai setinggi lutut orang dewasa. Untuk bantuan logistik di Nagekeo juga lumayan sulit, kita harus turun ke Ende atau naik ke Bajawa," katanya.

Untuk mengatasi krisis air bersih dan hunian pasca-bencana, Dompet Dhuafa bersama pemerintah daerah setempat telah menjalankan sejumlah program intervensi fisik di kawasan Nagekeo dan sekitarnya.

"Kami sedang merenovasi SDI Waturedu dan membangun 20 unit Hunian Sementara (Huntara) per Kepala Keluarga di Penggurambang, Nagekeo, yang diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Nagekeo. Selain itu, penyaluran air bersih berkala dua hari sekali dan pembangunan MCK darurat terus berjalan sampai November atau Desember mendatang," katanya.

Sebagai langkah jangka panjang dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana alam, Dompet Dhuafa NTT juga menyiapkan agenda edukasi publik. "Bulan Oktober ini kami juaga akan membuka pelatihan kebencanaan untuk masyarakat umum di Kota Kupang dan Nagekeo, agar masyarakat paham langkah awal yang harus dilakukan saat terjadi bencana dan tidak panik," katanya, mengakhiri. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....