LSF Lyceum UmKoe Bergerak Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores
- 04 Sep 2026 06:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) yang tergabung dalam Kelompok Literasi Sastra Filsafat (LSF) Lyceum bersama sejumlah mahasiswa lainnya menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, khususnya wilayah Manggarai Timur. Aksi ini menjadi wujud solidaritas mahasiswa yang turun langsung ke lokasi untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kepada RRI dalam wawancaranya pada Selasa, 1 September 2026, Ketua LSF, Faridun, mengatakan tim relawan berangkat dari Kupang pada 22 Agustus dan tiba di lokasi pada 23 Agustus, kemudian melakukan pemetaan serta survei sebelum membagikan bantuan. Langkah tersebut dilakukan karena mereka ingin mengetahui kondisi lapangan, kebutuhan warga, serta titik-titik yang belum banyak menerima bantuan.
Dana bantuan dikumpulkan melalui aksi penggalangan donasi yang dilakukan langsung di jalan dengan mengajak masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang, untuk menyisihkan rezeki bagi saudara-saudara mereka di Flores. Dari gerakan tersebut terkumpul sekitar Rp34 juta yang kemudian dibelanjakan sesuai kebutuhan masyarakat, berupa beras, mie instan, telur dan minyak goreng.
Faridun menjelaskan, bantuan yang dibawa dikemas dalam bentuk paket sembako agar dapat langsung diterima oleh keluarga terdampak, dengan jumlah keseluruhan sekitar 165 paket. Paket sembako dibagikan secara merata ke tiga titik lokasi terdampak parah, yakni Desa Satar Punda Barat (Kampung Raba), Desa Waso, dan satu desa terdampak lainnya.
Sebelum menentukan lokasi penyaluran, tim terlebih dahulu melakukan survei karena tidak semua wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang sama, sehingga bantuan diprioritaskan bagi titik yang masih minim menerima bantuan. Namun, selama menjadi relawan, pengalaman paling membekas bagi Farid dan tim adalah ketika melihat masyarakat yang berada dalam keterbatasan masih menyambut mereka dengan hangat, bahkan menawarkan makanan dan minuman kepada para relawan. “
Mereka hanya membutuhkan uluran tangan kasih sayang dari kita, mereka hanya membutuhkan kepedulian kita saja,” ujar Faridun menggambarkan perasaan yang ia rasakan saat berhadapan langsung dengan warga terdampak.
Kisah lain yang menyentuh terjadi ketika Faridun secara tidak sengaja bertemu dengan keluarga besarnya di salah satu lokasi yang sebelumnya berada di luar pemetaan bantuan, sementara mereka juga mengalami dampak berat akibat gempa. Pertemuan tersebut membuatnya semakin tersentuh karena di tengah keterbatasan, keluarga dan warga yang ditemui tetap berusaha bertahan serta menyimpan harapan agar ada bantuan dan kepedulian yang terus datang.
Faridun menceritakan bagaimana warga desa berusaha menguatkan diri walau bayang-bayang trauma bencana masa lalu masih menghantui. "Anak-anak di sana saat ditanya bilang gempa ini dianggap sebagai teman saja, padahal itu kalimat untuk menenangkan diri dan saat gempa terjadi mereka tetap lari mencari perlindungan," tuturnya.
Guna mengoptimalkan proses pemulihan pascabencana, komunitas LSF UMK kini sedang merancang program lanjutan yang berfokus pada pendampingan pendidikan dan pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak di pengungsian. Mereka berkomitmen untuk kembali ke Manggarai Timur pada September dengan membawa fasilitas belajar serta bantuan literasi demi menjaga masa depan anak-anak korban gempa.
Faridun berharap aksi ini dapat mengetuk hati para donatur dan pemerintah untuk berkolaborasi dalam memulihkan kondisi psikologis serta akses pendidikan di wilayah terdampak. "Perut mereka memang butuh makanan, tapi jiwa dan masa depan anak-anak di sana sangat membutuhkan pendidikan," tegas Faridun.
Bagi Kelompok Literasi Sastra Filsafat, aksi kemanusiaan ini tidak berhenti pada penyaluran kebutuhan pangan, sebab mereka berencana kembali memberikan perhatian pada pendidikan dan pendampingan bagi masyarakat, terutama anak-anak pascabencana. “Bantuan logistik memang sangat dibutuhkan, tetapi pendidikan akan menentukan langkah anak-anak ke depan,” kata Faridun, seraya berharap semakin banyak pihak bergandengan tangan untuk membantu masyarakat Flores bangkit dan menata kembali masa depannya. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....