Bupati Sumba Barat Daya Pantau Dampak Gempa 6.1 SR

  • 05 Okt 2026 11:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, dalam press release 5 Oktober 2026 yang di kirimkan ke RRI.co.id mengatakan langsung turun ke lapangan setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut pada Minggu, 4 Oktober 2026. Gempa terjadi sekitar pukul 06.55 WITA dengan kekuatan 6,1 SR, sehingga pemerintah daerah segera melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat dan berbagai fasilitas terdampak.

Bupati bersama jajaran pemerintah daerah mengunjungi sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Kodi dan Kecamatan Kodi Bangedo, untuk memastikan kondisi warga setelah gempa terjadi. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan dan laporan sementara yang diterima pemerintah daerah, satu orang masyarakat mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Warga yang mengalami luka tersebut saat ini menjalani perawatan jalan setelah sebelumnya memperoleh penanganan dari petugas kesehatan setempat. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya masih melakukan pendataan karena laporan mengenai dampak gempa terus diterima dari sejumlah desa.

Data sementara menunjukkan sejumlah rumah penduduk mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda akibat guncangan gempa yang terjadi pada Minggu pagi tersebut. Tercatat satu rumah mengalami rusak berat, 12 rumah rusak sedang, dan 78 rumah mengalami rusak ringan berdasarkan laporan sementara pemerintah daerah.

Dengarkan Juga : Press Release Bupati Sumba Barat Daya Terkait Pasca Gempa M 6,1 SR

Selain rumah warga, gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum yang digunakan masyarakat untuk memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan, ibadah, dan pelayanan lainnya. Fasilitas yang terdampak meliputi sekolah, puskesmas, gereja, serta rumah sakit, dengan laporan sementara mencatat satu unit rusak sedang dan 15 unit rusak ringan.

Pemerintah daerah telah menginstruksikan sekolah yang mengalami kerusakan agar tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada ruangan terdampak demi menghindari risiko terhadap keselamatan peserta didik. Kegiatan pembelajaran kemudian diarahkan untuk dipindahkan ke ruangan lain yang dinilai lebih aman sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa susulan.

Sementara itu, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi rumah sakit, puskesmas, gereja, dan sejumlah fasilitas umum lainnya yang terdampak akibat gempa. Pemantauan dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi dan dapat segera menyelamatkan diri apabila terjadi gempa susulan di wilayah tersebut.

Pada Senin, 5 Oktober 2026, Bupati Sumba Barat Daya menggelar rapat bersama Sekretaris Daerah, para Asisten, serta organisasi perangkat daerah terkait guna membahas langkah penanganan pasca gempa. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang sebelumnya mengungsi, berupa makanan, minuman, air bersih, serta dukungan lain sesuai kebutuhan masyarakat.

Bupati Sumba Barat Daya dijadwalkan turun kembali menemui warga terdampak yang masih membutuhkan dukungan setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa. Pemerintah daerah juga terus menghimpun bantuan dari masyarakat dan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya penanganan serta pemulihan kondisi pasca gempa di Kabupaten Sumba Barat Daya. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....