Pelatihan Menjahit Kebaya Buka Peluang Kemandirian bagi 16 Peserta di Rote
- 30 Sep 2026 19:32 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan menjahit kebaya di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Vianti Busana, Kabupaten Rote Ndao. Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh keterampilan baru sekaligus membuka peluang untuk mandiri setelah pelatihan berakhir.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Ikatan Penata Busana Indonesia (IPBI) Provinsi NTT dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lombok Timur. Pelatihan mulai dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026 dan akan berlangsung selama 22 hari hingga 24 Oktober 2026.
Pengelola LPK Vianti Busana, Victory R.M. Adu, S.Pd yang akrab disapa Ibu Ria mengatakan, kegiatan ini merupakan pelatihan perdana yang dilaksanakan melalui kerja sama tersebut di LPK Vianti Busana.
Ia mengatakan, sebagian besar peserta belum memiliki kemampuan menjahit sehingga mereka akan mengikuti pelatihan mulai dari dasar.
“Rata-rata mereka belum pernah bisa menjahit, jadi mereka memulai dari nol. Kami berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik dan nantinya mampu menghasilkan karya, khususnya kebaya dan rok,” ujar Ibu Ria.
Menurutnya, selama pelatihan peserta tidak hanya mendapatkan materi dan praktik menjahit. Ke-16 peserta juga memperoleh seragam siap kerja, makan siang, uang transportasi serta bahan yang digunakan untuk latihan.
Ria berharap kesempatan kedepan pelatihan serupa dapat kembali diberikan kepada masyarakat Rote Ndao. Menurutnya, keterampilan menjahit dapat menjadi salah satu bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menciptakan peluang usaha.
“Semoga teman-teman terus berdoa dan tetap semangat. Kami berharap ada kesempatan berikutnya untuk teman-teman yang lain,” ujarnya.
Salah satu peserta, Yesti Chrisnawati Selly dari Desa Busalangga Timur, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membantu dirinya dan keluarga.
Peserta lainnya, Lisda Veronika Henuk dari Desa Balaoli, mengatakan dirinya mengetahui informasi pelatihan dari sepupu. Karena pelatihan diberikan secara gratis, ia tertarik untuk mendaftarkan diri.
“Saya tertarik dengan kesempatan ini, maka saya mendaftarkan diri sebagai peserta. Kami ada 16 orang peserta dan saya berharap dari hari pertama sampai hari terakhir kami tetap semangat,” kata Lisda.
Ia berharap materi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan belajar, tetapi dapat mendorong peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan talenta yang dimiliki.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat menerapkan keterampilan tersebut secara mandiri di rumah maupun bekerja pada usaha jahit yang telah bermitra dengan LPK Vianti Busana. (LA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....