Transmigrasi Sumba Barat Dorong Klien Bapas Ikuti Pelatihan

  • 08 Sep 2026 12:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Sumba Barat mengapresiasi pelaksanaan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi yang digelar Balai Pemasyarakatan Kelas II Waikabubak di Aula Hotel Pelita, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Sumba Barat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama antarlembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk klien Bapas. Kolaborasi tersebut diperlukan agar klien tidak hanya mendapatkan pengawasan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri.

Menurutnya, berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam urusan ketenagakerjaan dan transmigrasi. Karena itu, pihaknya membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Bapas dalam memberikan intervensi program yang dapat mendukung kemandirian klien.

Ia menilai keterampilan dan pekerjaan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi klien setelah kembali ke tengah masyarakat. Melalui program pelatihan yang tersedia di bidang ketenagakerjaan, warga binaan maupun klien Bapas dapat memperoleh bekal keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai modal memasuki dunia kerja atau membuka usaha.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemerintah daerah untuk mengetahui kebutuhan klien secara lebih konkret. Dengan adanya data dan komunikasi yang baik antara Bapas dan pemerintah daerah, program pelatihan dapat diarahkan sesuai potensi serta kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran.

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas berbagai tantangan yang dihadapi klien, termasuk persoalan pekerjaan dan stigma sosial. Pemerintah daerah didorong tidak hanya melihat klien dari latar belakang masa lalunya, tetapi juga memberikan ruang agar mereka dapat menunjukkan kemampuan serta berkontribusi secara positif.

Sementara itu, kegiatan FGD diikuti berbagai unsur, mulai dari Bapas, Lapas, pemerintah daerah, camat, kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung proses reintegrasi, sehingga klien dapat kembali hidup mandiri, produktif dan berdaya di tengah masyarakat Sumba Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....