Pendeta GMIT Rote-Sabu Dapat Pendampingan Psikolog
- 29 Sep 2026 13:11 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 menyediakan layanan pendampingan psikolog khusus untuk para pendeta GMIT di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
- Wakil Ketua Sinode GMIT menekankan bahwa pendeta menghadapi berbagai tekanan pelayanan yang berasal dari tugas gereja, kehidupan keluarga, dan pergumulan pribadi.
- Program pendampingan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di lokasi Oehandi dan Oeseli untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan pendeta.
RRI.CO.ID, Rote - Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 menghadirkan pendampingan psikolog bagi para pendeta (Pdt) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pendampingan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di Oehandi dan Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, mengatakan pendeta menghadapi berbagai tekanan pelayanan. Tekanan tersebut juga dapat berkaitan dengan kehidupan keluarga dan pergumulan pribadi.
Karena itu, kegiatan menyediakan ruang refleksi untuk membantu para pelayan mengenali kondisi dirinya. Pendampingan diharapkan membantu pendeta memulihkan diri dan memperbarui semangat pelayanan.
Ketua Majelis Klasis (KMK) GMIT Rote Barat Daya (RBD), Pdt. Esry Epiana Pono, mengatakan kegiatan menjadi ruang saling menguatkan. Menurutnya, para pelayan membutuhkan persahabatan untuk menghadapi berbagai pergumulan dalam pelayanan.
“Pelayanan tidak harus dijalani seorang diri, karena kita dipanggil untuk saling menopang dan menguatkan,” kata KMK RBD, Pdt. Esry. Ia berharap kebersamaan tersebut memberi kekuatan baru bagi para pendeta saat kembali melayani jemaat.

Sebanyak 240 pendeta GMIT mengikuti kegiatan tersebut dari Teritori Rote-Sabu. Mereka terdiri atas 193 pendeta dari Rote Ndao dan 47 pendeta dari Kabupaten Sabu Raijua.
Tema kegiatan mengusung pesan “Dipanggil untuk Menggembalakan, Diutus untuk Bersahabat”. Pesan tersebut menjadi dasar penguatan relasi dan persaudaraan antarpelayan.
Esry mengatakan Klasis Rote Barat Daya berkomitmen mempererat persekutuan antarpelayan melalui kegiatan tersebut. Ia berharap para pendeta dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, serta mendukung dalam pelayanan.
“Kami ingin para pelayan pulang dengan hati yang diteguhkan dan semangat yang diperbarui,” ujarnya. Menurut Esry, kekuatan dalam pelayanan juga tumbuh melalui relasi dan pengalaman yang dibagikan bersama.
Rangkaian kegiatan mencakup ibadah, refleksi, penyampaian materi, serta peer counseling. Peserta juga mengikuti sharing bersama Majelis Sinode Harian GMIT dan kegiatan kebersamaan.
Narasumber yang terlibat antara lain Dita Manafe, M.Psi., dan Pdt. Dr. Nursini Sihombing. Majelis Sinode Harian GMIT serta Pdt. Semuel Pandie, M.Th., turut memberikan penguatan.
Kegiatan berlangsung selama lima hari, 28 September hingga 2 Oktober 2026. Para pendeta diharapkan kembali melayani dengan semangat baru dan kekuatan yang diperbarui. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....