Soal Pro-Kontra Peran TNI, Dandim Rote Ndao Sebut Kritik Masyarakat Wajar
- 24 Agt 2026 08:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao – Keterlibatan prajurit TNI dalam pembangunan sektor sipil di wilayah perbatasan sempat memunculkan beragam tanggapan masyarakat. Hal itu ditanggapi Dandim 1627 Rote Ndao Letkol Kav. Kurnia Santiadi Wicaksono dalam Dialog Pro 1 RRI Rote, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kurnia menilai adanya pandangan pro dan kontra terkait peran TNI di lapangan merupakan hal yang wajar. Menurutnya, setiap warga negara memiliki kebebasan serta hak yang sama dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
"Perbedaan pendapat merupakan hal wajar karena setiap orang memiliki kebebasan dalam berpendapat," kata Kurnia. Kehadiran prajurit di desa-desa murni bentuk sinergi untuk mempercepat pembangunan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Kurnia menegaskan seluruh program teritorial yang dilaksanakan Kodim 1627 selalu berjalan sesuai dengan prosedur resmi. Pelaksanaan tugas di lapangan mengacu pada perintah komando atas demi membantu mengatasi kesulitan warga perbatasan.
"Indikator utamanya adalah apakah program tersebut benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat," katanya, menegaskan. Kehadiran TNI AD dibuktikan lewat aksi nyata seperti Manunggal Air, perbaikan jalan, hingga pendampingan pertanian.
Prajurit Kodim Rote Ndao juga merangkul potensi tenaga kerja lokal dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah strategis tersebut terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian serta memperkuat kemandirian warga desa di Rote Ndao.
"Kami berbuat untuk masyarakat dan bersama masyarakat untuk membangun desa demi kemajuan daerah perbatasan," kata Kurnia. Sinergi bersama pemerintah daerah dan kepolisian dipastikan terus diperkuat guna menciptakan kesejahteraan warga yang berkelanjutan.
Guna memastikan keberlanjutan sinergi pembangunan di wilayah perbatasan, Kodim 1627 telah menetapkan sembilan sasaran prioritas ke depan. Program tersebut meliputi Pembangunan Jembatan Garuda, TNI AD Manunggal Air, rehabilitasi sekolah, panti asuhan, hingga RTLH.
Sasaran prioritas lainnya mencakup program Wam Pillamo, ketahanan pangan, penanganan stunting, serta gerakan Bersatu Dengan Alam. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....