Komunitas Aksi Pelosok Nusantara Tebar Kebaikan Berbagi Donasi Baju di NTT

  • 26 Agt 2026 16:12 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Komunitas Aksi Pelosok Nusantara terus menggerakkan semangat berbagi bagi masyarakat di wilayah pelosok Nusa Tenggara Timur, salah satunya melalui program penyaluran pakaian layak pakai. Gerakan sosial ini berawal dari kepedulian terhadap banyaknya pakaian yang masih bagus namun tidak lagi digunakan oleh pemiliknya.

Dalam wawancara kepada RRI pada Senin, 24 Agustus 2026, Ketua Aksi Pelosok Nusantara, Hasanah Purnamasari, mengatakan gerakan tersebut bermula pada 2019 dengan nama Aksi Muslimah NTT yang diinisiasi oleh empat orang perempuan. Seiring berkembangnya kegiatan dan semakin terbukanya ruang kolaborasi, komunitas tersebut kemudian berganti nama menjadi Aksi Pelosok Nusantara pada Juni 2026 di bawah Yayasan Aksi Pelosok Nusantara.

Ia menjelaskan ide menyalurkan pakaian layak pakai bermula saat terjadi bencana badai Seroja dan pandemi, ketika banyak masyarakat membutuhkan bantuan busana yang masih berkualitas. "Banyak orang memiliki pakaian bagus yang sudah tidak terpakai, sehingga kami berinisiatif mengumpulkannya untuk disalurkan ke daerah-daerah yang aksesnya sangat terbatas," kata Hasanah yang juga merupakan dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Kupang.

Penyaluran pakaian layak pakai mulai dilakukan setelah pihaknya melihat banyak pakaian yang masih dalam kondisi baik tetapi sudah tidak digunakan karena ukuran maupun model yang tidak lagi sesuai. Dalam proses pendistribusiannya, komunitas ini menerapkan sistem sortir yang ketat guna memastikan bahwa barang yang disalurkan tetap menjaga harga diri dan kenyamanan para penerima.

Selain itu, koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat selalu dilakukan sebelum bantuan diturunkan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil warga di lapangan. Hasanah menegaskan, pakaian yang disumbangkan harus melalui proses seleksi karena bantuan tersebut menyangkut kenyamanan dan harga diri penerima.

Menurutnya, proses berbagi juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat di lokasi tujuan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. “Selama itu menurut kamu itu layak, berarti layak juga diterima,” katanya, sembari menekankan pentingnya memastikan pakaian yang diberikan masih pantas dan nyaman digunakan.

Selain pakaian, Aksi Pelosok Nusantara kini memperluas gerakannya ke kebutuhan pendidikan, seperti alat tulis, seragam, buku layak baca, tas dan sepatu sekolah di berbagai wilayah terpencil seperti Bointuka di Timor Tengah Selatan hingga kawasan pelosok di Lembata dan Alor telah menjadi titik jangkauan aksi kemanusiaan mereka. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat pelosok yang perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Melalui konsistensi gerakan ini, Hasanah berharap budaya saling peduli dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda tanpa memandang besar kecilnya nilai bantuan yang diberikan. "Tidak ada kebaikan sekecil apa pun yang tidak berbalas, sehingga kita harus terus bergerak dan bergandengan tangan untuk membantu sesama," tutur Hasanah. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....