Kado Kemerdekaan PLN, Warga Dusun 4 dan 5 Desa Pathau Sumringah Dialiri Listrik

  • 25 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Bertahun-tahun warga Dusun 4 dan 5 di Desa Pathau, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, melewati malam dalam remang lampu pelita. Namun, momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, menjadi babak baru yang bersejarah.

Cahaya terang listrik PLN kini resmi menyinari rumah-rumah mereka, membawa arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Setelah melalui commissioning test pada 21 Juli 2026 dan serangkaian persiapan teknis, sebanyak 57 rumah warga langsung menikmati aliran listrik pertama.

Jumlah ini dipastikan terus bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat yang mendaftar pasang baru. Ketua RW 08 Desa Pathau, Sadrak Taneo, tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan lampu-lampu menyala di dusunnya.

Bagi Sadrak dan tetangganya, listrik bukan sekadar terang, melainkan pembebasan dari beban ekonomi yang selama ini mereka pikul. Dahulu, warga harus mengorbankan hingga Rp300.000,00 per bulan untuk membeli minyak bahan bakar pelita di mana satu liter minyak habis hanya dalam dua hari.

Nilai ini terbilang fantastis jika dibandingkan dengan dusun tetangga berlistrik yang hanya membutuhkan biaya sekitar Rp100.000,00 untuk 2 hingga 3 bulan. Beban makin membengkak saat ada acara warga atau pesta kemasyarakatan, yang bisa menghabiskan biaya bahan bakar penerangan hingga Rp200.000,00 per acara.

"Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PT PLN (Persero) UIW NTT, UP2K Kupang, ULP Oesao, dan pemerintah daerah. Hari ini kami benar-benar merasa merdeka dengan penerangan," ucapnya.

Masuknya listrik langsung membawa dampak nyata bagi dua sektor penting: Pendidikan Anak: Tanpa kepulan asap pelita, anak-anak kini bisa belajar malam hari dengan nyaman dan dalam durasi yang lebih panjang.

Pertumbuhan Usaha: Pengrajin mebel lokal yang selama ini bergantung pada genset mahal kini bisa menekan biaya operasional secara drastis, meningkatkan margin keuntungan mereka. Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, berharap kehadiran listrik ini menjadi pemicu lahirnya wirausaha baru di desa.

"Listrik hadir untuk membuka peluang ekonomi baru, bukan cuma menyalakan lampu malam hari. Kami ingin mendorong warga yang belum memiliki usaha agar berani memulai," ujarnya.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistiyono, menegaskan bahwa peresmian di Desa Pathau menjadi bukti nyata komitmen PLN menghadirkan pemerataan energi hingga ke pelosok daerah.

"Momen HUT ke-81 RI terasa makin berkesan saat masyarakat dapat menikmati listrik sebagai kebutuhan dasar. Listrik adalah kunci membuka akses pendidikan dan produktivitas. Kami bersyukur kado kemerdekaan ini bisa memberi dampak positif yang nyata," tutur Eko.

PLN berkomitmen terus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan listrik di Nusa Tenggara Timur, menjadikan energi listrik sebagai daya dorong masyarakat menuju kemandirian dan kesejahteraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....