Warga Mbay Keluhkan Bantuan Pascagempa Masih Minim

  • 19 Agt 2026 08:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kebutuhan warga terdampak gempa di Mbay, Kabupaten Nagekeo, masih cukup tinggi selama berada di lokasi pengungsian. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan bantuan yang diterima masyarakat hingga saat ini.

Warga Mbay, Andy, saat diwawancarai RRI.CO.ID melalui sambungan telpon pada Selasa, 18 Agustus 2026 mengatakan, sebagian masyarakat masih memenuhi kebutuhan pengungsian secara mandiri. Warga harus mencari sendiri tenda, terpal dan berbagai kebutuhan lain untuk bertahan di lokasi pengungsian.

“Bantuan masih minim sekali, kita juga terkendala di administrasi, makanya sebagian orang malah sudah mau pergi ambil bantuan itu ucap Andy.

Menurut Andy, proses administrasi menjadi salah satu kendala warga untuk memperoleh bantuan. Warga yang hendak mendapatkan bantuan disebut harus melengkapi surat keterangan dari RT maupun pemerintah desa.

Andy juga menilai akses jalan bukan menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan ke wilayah terdampak. Ia mengatakan longsor yang sempat terjadi pada hari pertama langsung ditangani sehingga akses jalan sudah dapat dilalui pada siang hingga sore hari.

Di tengah keterbatasan bantuan pemerintah, dukungan dari masyarakat dan komunitas luar daerah mulai berdatangan. Andy bersama komunitas motor turut melakukan penggalangan donasi dan mendistribusikan bantuan secara langsung ke sejumlah lokasi pengungsian.

Bantuan yang disalurkan antara lain perlengkapan bayi, popok, telur, minyak kayu putih dan makanan ringan. Andy berharap penyaluran bantuan dapat dipercepat dan persyaratan administrasi dipermudah agar kebutuhan warga terdampak segera terpenuhi. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....