Warga Pesisir Mbay Masih Bertahan di Pengungsian

  • 19 Agt 2026 08:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sebagian besar warga yang tinggal di kawasan pesisir Mbay, Kabupaten Nagekeo, masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa bumi dan tsunami kecil. Kondisi ini disebabkan kerusakan sejumlah rumah serta kekhawatiran warga terhadap keamanan bangunan.

Salah satu korban akibat gemba bumi beberapa hari yang lalu, Andy, saat diwawancarai RRI.CO.ID melalui sambungan telpon, Selasa, 18 Agustus 2026 mengatakan, sekitar 97 persen masyarakat di kawasan pesisir masih mengungsi. Warga belum berani kembali untuk tinggal di rumah karena kondisi bangunan yang mengalami kerusakan.

Andy mengatakan, setelah gempa besar berkekuatan 7,7 magnitudo, kawasan pesisir sempat dilanda tsunami kecil. Gelombang tersebut membawa sejumlah perahu dari laut hingga menghantam rumah warga yang berada di pesisir pantai.

Akibat kejadian tersebut, beberapa rumah warga mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Sejumlah rumah lainnya mengalami pergeseran fondasi serta kerusakan pada bagian tembok.

"Hingga kini kami belum berani kembali untuk tinggal di rumah masing-masing, sesekali kita kontrol rumah, takut ada pencurian atau apa" ucap Andy.

Menurut Andy, kerusakan juga terjadi di kawasan perkotaan, mulai dari rumah warga hingga perkantoran. Sejumlah bangunan mengalami retak dan kemiringan sehingga dinilai belum aman untuk ditempati kembali.

Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap bangunan yang rusak dan memberikan kepastian kepada warga mengenai keamanan tempat tinggal mereka. Bantuan dan penanganan yang cepat dinilai penting agar masyarakat terdampak dapat segera menjalani aktivitas secara normal. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....